HETANEWS.COM

Anwar Abbas: Jika Pilkada Picu Penyebaran Corona, Pemerintah-KPU Tanggung Jawab

Sekjen MUI Anwar Abbas memberikan sambutan saat acara penggalangan dana untuk pembangunan Rumah Sakit Indonesia Hebron Palestina di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Kamis (1/5).

Jakarta, hetanews.com - Pilkada 2020 yang tetap dipaksakan digelar di tengah pandemi corona masih menjadi polemik. Sejumlah pihak telah berulang kali meminta agar Pilkada ditunda lantaran berpotensi sebagai klaster baru penularan corona.

Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas, menyatakan apabila Pilkada menjadi pusat penularan corona, pemerintah dan penyelenggara pemilu harus bertanggung jawab.

"Oleh karena itu yang sangat bertanggung jawab dalam masalah ini tentu adalah pemerintah dan penyelenggara pilkada itu sendiri. Karena mereka tetap ngotot untuk menyelenggarakannya padahal seperti kita ketahui masyarakat luas sudah menghimbau dan mendesak pemerintah, KPU dan DPR untuk menundanya," ujar Anwar dalam keterangan tertulisnya, Jumat (2/10).

Namun Sekjen MUI itu masih mempertanyakan bentuk tanggung jawab seperti apa yang harus ditanggung jika kekhawatiran itu terjadi.

"Apakah cukup mereka menyampaikan permintaan maaf saja kepada rakyat luas atau mereka harus diseret ke meja hijau untuk mempertanggung jawabkan keputusan dan perbuatannya?"

- Anwar Abbas

"Dan kalau akan diseret ke meja hijau siapa di antara mereka yang harus diseret, diadili, dan dihukum serta dipenjarakan?" sambungnya.

Diketahui Indonesia terus mencatatkan penambahan kasus positif harian dari ke hari, teranyar Indonesia mencatatkan angka positif harian sebanyak 4.174.

Ia memprediksi jumlah kasus bakal semakin meningkat jika Pilkada tetap diselenggarakan 9 Desember.

Anwar Abbas: Jika Pilkada Picu Penyebaran Corona, Pemerintah-KPU Tanggung Jawab (1)
Ilustrasi pemilih pada Pilkada.

"Angka ini tentu akan terus bertambah apalagi negeri ini akan menyelenggarakan Pilkada serentak kekhawatiran itu tentu semakin sangat beralasan apalagi melihat rendahnya tingkat kedisiplinan dan kepatuhan para politisi dan anggota masyarakat terhadap protokol kesehatan yang ada dalam kegiatan yang terkait dengan pilkada yang akan diselenggarakan dalam masa pandemi COVID-19 ini," jelasnya.

Anwar menilai pernyataan pihak penyelenggara yang mengatakan kesiapannya untuk menyelenggarakan pesta demokrasi itu tak bisa dijadikan patokan.

Sebab faktanya, menurut Anwar, justru persiapan yang dilakukan para penyelenggara masih jauh dari kata sempurna. Hal itu terbukti masih ditemukannya pelanggaran oleh para tim sukses pasangan calon.

Bila gelaran Pilkada kali ini nekat digelar tanpa persiapan dan komitmen yang matang dari penyelenggara dan peserta, Anwar khawatir ketakutan masyarakat akan terbukti. Ketakutan yang dimaksud yakni Pilkada berpotensi menjadi pusat penularan baru virus corona.

Jika hal itu benar terjadi, kata dia, bukan saja makin memperparah kondisi penanganan pandemi yang tengah dilakukan. Ia menyebut kondisi ekonomi bakal semakin terpuruk.

"Sangat dikhawatirkan Pilkada ini akan bisa menjadi tempat penyebaran baru yang lebih massif dan merata dari COVID-19. Sehingga tidak mustahil karena ketidakdisiplinan para pihak dalam mematuhi protokol kesehatan maka ajang pilkada akan menjadi medan yang benar-benar sangat menakutkan karena diperkirakan akan terjadi ledakan pasien baru dari COVID-19 yang jumlahnya tentu akan sangat besar," kata Anwar.

"Sehingga persoalan bangsa ini terutama dalam bidang ekonomi tentu akan semakin dalam terpuruknya dan upaya untuk penanggulangannya sudah jelas akan semakin berat," lanjutnya.

Sehingga ia meminta pemerintah dan KPU selaku penyelenggara Pilkada untuk meninjau ulang Pilkada 2020.

"Oleh karena itu pemerintah dan KPU hendaknya meninjau ulang waktu pelaksanaan pilkada ini agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan dan pihak pemerintah serta penyelenggara pilkada tidak usah merasa malu untuk menunda karena sesal dahulu pendapatan sesal kemudian tidak berguna," tutup Anwar.

Sumber: kumparan.com 

Editor: Suci Damanik.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan