Siantar, hetanews.com - Serda Lili Muhammad Yusuf Ginting, begitu sedih saat menceritakan kejadian yang dialami anaknya, Teguh Syahputra Ginting yang kehilangan tangan kirinya saat bekerja, di PT Agung Beton Persada Utama, di Jalan Medan Km 7, Kelurahan Tambun Nabolon, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Siantar.

Warga yang berdomisili di Asrama Rindam, Kelurahan Setia Negara, Kecamatan Siantar Sitalasari ini, bercerita kepada awak media.

Ia juga menyempatkan melakukan video call, kepada Teguh untuk menjelaskan kronologisnya.

Kejadian naas itu, terjadi pada Rabu, 15 April 2020, lalu, sekitar 11.15 WIB.

Di perusahaan tersebut, Teguh baru bekerja selama 6 bulan dari jangka 6 tahun yang tercantum, di dalam kontrak kerja, sebagai Buruh Harian Lepas (BHL).

"Waktu itu kan, saya lagi membersihkan karet belting kompeyor yang udah robek. Saya bersihkan material yang di dalam. Jadi kalau saya tidak bersihkan, nanti produksi kalau hidup mesinnya makin parah koyaknya karena ada material itu," tutur Teguh menjelaskan kronologis.

Saat membersihkan karet itulah kejadiaan naas terjadi. Tangan kirinya tergulung oleh mesin yang dihidupkan oleh operator. "Saya bersihkan lah, terus tangan saya masuk, hidup mesinnya pak. Tergulung tangan saya. Yang hidupin operator, gak tahu siapa. Memang disuruh bersihkan. Sebelumnya karet itu tidak koyak, tapi karena koyak jadi kami jahitlah disuruh yang ngawas kami di Agung Beton. Martua Aruan dulu pengawasnya. Setelah kami jahit, kan masih ada bocoran sedikit sedikit. Jadi setiap produksi ada material terjatuh kebawa ke dalam itu. Terus kalau gak dibersihkan, apabila produksi ngantam besi timbangan makin ngeri koyaknya," bebernya mengisahkan.

Ia mengatakan, bahwa mereka saat bekerja dibekali dengan helm, sepatu boot rompi. Menurutnya, bahwa seharusnya pekerjaan itu, bukan lah tugas mereka. "Kerjaan orang bengkel itu seharusnya. Tapi karena di tempat kami kerja, jadi kami yang bersihkan. Inisiatif dari kami lah," tutur Teguh.

Teguh (kanan) yang kehilangan tangan kirinya. (Foto/Ist)

Ia pun kemudian dibawa ke Rumah Sakit Murni Teguh, di Kota Medan. Ia dirawat selama dua minggu dan kemudian diperbolehkan pulang ke rumah. Tangan kirinya pun harus diamputasi. Ia harus rela kehilangan tangan kirinya, sejak umurnya masih 20 tahun.

Serda Lili, ayah dari Teguh begitu menyesalkan sikap dari PT Agung Beton yang tidak pernah menemui ataupun menjenguk Teguh saat dirawat di rumah.

Ayahnya pun berulang kali datang ke lokasi perusahaan yang menyuplai untuk pengerjaan Jalan Tol di Kota Siantar tersebut. Namun, kembali Serda Lili, dikecewakan karena tidak mendapat respon yang baik dari perusahaan.

"Orang itu kayak lempar bola asal aku datang. Pas udah ketemu manajernya, namanya si Lazuardi, kesannya kayak sepele kali. Memang dibilangnya mau kasih santunan Rp10 juta, tapi itu tidak layak. Karena gak sesuai undang - undang. Aku belum ada menyebut angka. Seharusnya orang itu (perusahaan) beritikad baik selesaikan kasus anakku yang kehilangan tangannya karena kecelakaan kerja," tuturnya.

Merasa tidak ada itikad baik dari perusahaan yang diduga menelantarkan anaknya, Serda Lili, melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Siantar Martoba dan selanjutnya diarahkan ke Polres Siantar, pada Selasa (29/9/2020) siang. Ia berharap adanya perhatian serius dan tanggung jawab dari perusahaan karena anaknya memiliki cacat permanen.

Sementara itu, Rusli, HRD PT Agung Beton Persada Utama Jakarta mengatakan, bahwa mereka juga sedang mengurus BPJS Ketenagakerjaan kepada Teguh. Ia menjelaskan, bahwa gaji Teguh dibayarkan mereka hingga saat ini dan berharap pihak keluarga bersabar karena sedang dalam pengurusan.

"Itu lagi diurus BPJS Ketenagakerjaan. Dari awal kecelakaan, kita uda masukkan dia kok (BPJS Ketenagakerjaan). Dari BPJS lagi proses ke rumah sakit. Dan kita tetap tanya. Soalnya sekarang masa pandemi ini, kita juga lagi ini (urus) kok. Dan sudah pernah juga kita konfir keluarga. Itu pernah saya bilang ke kliennya juga sabar dulu. Bukan kita gak ngurus. Gajinya sampai hari ini kita bayarkan juga ya," katanya saat dihubungi oleh seorang awak media.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Siantar, AKP Edi Sukamto mengatakan, bahwa kasus tersebut sedang dalam proses penyelidikan.