HETANEWS.COM

Kronologis Insiden Lakalantas Wartawan Dengan Rombongan KPUD Simalungun

Foto : Tampak korban dan sepeda motor yang rusak parah

Simalungun, Hetanews.com - Sebuah mobil plat merah BK 1355 T terlibat lakalantas di jalan kawasan perkebunan marjandi pada 29 September 2020 yang mengakibatkan satu orang pengendara sepeda motor dibelakangnya luka parah.

Kejadian berawal dari rem mendadak oleh pengendara mobil plat merah tersebut, pengendara sepeda motor dibelakangnya pun tak mampu mengendalikan kendaraannya.

Mobil yang belakangan diketahui adalah kendaraan dinas resmi KPUD Simalungun dikemudikan  oleh Tulus Sipayung diketahui melaju dari arah Siantar menuju ke Kantor KPUD diwilayah Kecamatan Raya  Kabupaten Simalungun.

Mobil dinas KPUD Simalungun

Persis di Kawasan Perkebunan Marjandi, mobil  dinas merk Kijang Inova BK 1355 T yang dikemudikannya itu terpaksa harus mengerem secara mendadak, karena didepannya ada beberapa ternak kerbau milik warga sedang melintas.

“Ada kerbau didepan. Makanya rem mendadak,” ucap pengemudi sesaat setelah turun dari mobil kepada korban yang sat itu sudah tergeletak shock.

Namun sayangnya Tulus Sipayung, sopir mobil dinas bendahara KPUD Rosdiana Damanik ini mengerem tanpa memperhatikan keberadaan pengendara disekitarnya. Termasuk sepeda motor lain yang berada tepat dibelakangnya hingga mengakibatkan kecelakaan pada salah seorang pengendara sepeda motor yang berada dibelakangannya itu.

Insiden kecelakaan tersebut tak lagi dapat dielakkan hingga sepeda motor yang dikendarai Juindra Sihombing, salah seorang wartawan Hetanews, kehilangan kendali hingga akhirnya menabrak bagian belakang  mobil dinas KPUD Simalungun.

Mobil dinas tampak ringsek ringan dibagian belakang sementara kendaraan wartawan hetanews rusak parah dibagian headlamp. Juindra Sihombing, korban lakalantas mengalami luka serius di pergelangan tangannya (terkilir), bibir pecah, dan hidung berdarah.

Diketahui didalam mobil dinas selain Tulus Sipayung, juga diisi bendahara KPUD Rosdiana Damanik bersama salah satu rekan wanita lainnya.

Sangat disayangkan ketika dilokasi kejadian, para oknum PNS simalungun itu ditenggarai kurang memiliki perikemanusiaan.

Pasalnya berdasarkan informasi yang diperoleh, salah seorang oknum PNS KPUD itu berucap meninggi tidak mau kalah saat korban Juindra yang mengendarai sepeda motor Verza warna hitam 150  BK 3398 WAI meringis kesakitan

 "Mobil ku juga rusak bang,  siapa yang harus bertangggung jawab?” ucapnya dengan nada sengit tak bersahabat.

Bahkan saat korban dengan nada memelas  memohon agar dirinya  diantar ke puskesmas terdekat dengan menggunakan mobil dinas yang digunakannya itu, lagi-lagi Rosdiana Damanik dengan tanpa empati menyuruh korban menumpang di sepeda motor lain.

Akhirnya Juindra Sihonbing pun dibonceng marga simaremare, menuju Puskesmas Pane Tongah sembari mengikuti mobil dinas didepannya.

Setibanya di Puskesmas korban pun mendapat perawatan medis oleh tim medis Puskesmas Pane Tingah.

Sementara oknum PNS yang menjabat bendahara KPUD kembali menunjukkan sifat yang dirasa kurang pantas dengan menyalamkan uang 200 ribu rupiah pada korban yang masih dalam perawatan medis.

Setelah memberikan uang dengan alasan sebagai uang kusuk, para oknum PNS KPUD ini menganggap semua masalah sudah tuntas dan berniat langsung pergi meninggalkan korban di Puskesmas tanpa pendampingan.

Hal senada juga sempat diucapkan Kapolsek Pamatang Raya, IPTU Lintong Silalahi, yang saat itu menanyakan pada salah seorang wartawan online yang saat itu sedang berada dikantor KPUD Simalungun

"Ada apa bang? Kok marah marah,"

Dijawab wartawan dengan menyebutkan bahwa ada permasalahan dengan rekan jurnalis  yang mengalami tabrakan dengan mobil Dinas KPUD , namun pihak bendahara dan sopir dinas dimaksud ditenggarai kurang perhatian pada korban.

"Loh…bukankah masalahnya sudah selasai?”, sambil mengutarakan dirinya tadi sempat makan siang bersama bendahara KPUD  Rosdiana Damanik yang menyebutkan masalahnya itu sudah selesai dan berdamai, dengan menyerahkan sejumlah receh sebesar 200 rebu rupiah.

Menjadi pertanyaan kemudian, sereceh itukah nyawa manusia dihadapan oknum KPUD Simalungun?

Ketua KPUD Simalungun sampai saat ini masih belum memberikan keterangan resminya terkait insiden yang bisa mencoreng nama baik instansi.

Penulis: dani. Editor: ando.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan