Simalungun, hetanews.com – Pengendara mobil dinas KPUD Simalungun, nopol BK 1355 T, yang didalamnya terdapat dua penumpang wanita, mengakibatkan wartawan media online, mengalami luka – luka, Selasa (29/9/2020) siang tadi, sekira pukul 10:20 WIB.

Lokasinya, di kawasan kebun sawit Marjandi Embong yang merupakan jalan lintas Siantar - Seribudolok.

Informasi yang dihimpun wartawan, kendaraan roda empat yang dikendarai oknum pegawai KPUD Simalungun itu, ngerem mendadak karena mengelakkan kerbau dan akibatnya melukai pengendara kendaraan roda dua jenis Verza 150, warna hitam, BK 3398 WAI yang dikendarai salah seorang wartawan Hetanews.com, Juindra Sihombing yang saat itu datang dari belakang mobil tersebut.

Korban Juindra tidak menduga kalau mobil itu akan rem mendadak, hingga dia hilang kendali dan langsung menyeruduk mobil plat merah tersebut.

Dalam isiden tersebut, korban mengalami syok dan menderita luka lecet di bagian hidung, bibir atas pecah akibat benturan dan pergelangan tangan kanannya memar dan terkilir. Tidak hanya itu, roda dua milik korban juga mengalami kerusakan.

Lucunya, saat korban meminta pertanggung jawaban atas ulah pengendara mobil dinas KPUD Simalungun yang belum diketahui identitasnya, malah menjawab dengan enteng.

"Mobil ku ini, siapa yang harus bertanggung jawab memperbaikinya, “jawabnya dengan nada sedikit meninggi, seakan tak bersalah.

Korban sempat meminta diantar ke Puskesmas untuk berobat dengan mobil dinas KPUD Simalungun tersebut, namun salah seorang wanita yang diduga salah satu pegawai KPUD Sumalungun, dengan bengis menjawab agar korban Juindra menumpang sama kereta kawan korban yang kebetulan melintas, di Tempat Kejadian Perkara (TKP).  Korban akhirnya diantar rekan korban, sesama Jurnalis dari media lain.

Sedangkan oknum pegawai KPUD tersebut, mengiringi korban menuju Puskesmas Pane Tongah. Setiba di halaman UGD Puskesmas Pane Tongah, oknum pegawai KPUD Simalungun itu pun berpamitan dengan mengatakan “Aku mau ke kantor, mau kerja,“ucapnya.

Korban sempat menahannya, untuk menunggu sejenak, menunggu rekan korban datang, namun mereka bersi keras tidak mau menunggu dan kemudian menyalamkan uang sebesar 200 ribu rupiah uang biaya kusuk.

Setelah itu, mereka bergegas pergi meninggalkan kawasan Puskesmas Pane Tongah,  tanpa melirik korban.

Hingga berita ini ditayangkan, Ketua KPUD Simalungun, Raja Ahab Damanik, belum berhasil dimintai tanggapannya atas ‘ulah’ para pegawainya yang dinilai kurang bertanggung jawab.

Catatan wartawan, beberapa waktu lalu yaitu tahun 2019, seorang PNS yang bertugas di Kecamatan Raya, juga kecelakaan akibat mobil dinas KPUD Simalungun.