Simalungun, hetanews.com - Ketua majelis hakim, Hendrawan Nainggolan, didampingi hakim anggota, dalam persidangan PN Simalungun, Senin (28/9/2020), menjatuhkan pidana penjara selama 4 tahun, kepada terdakwa Suprianto als Gogon (32).

Warga Dusun V, Desa Korajim, Kecamatan Dolok Merawan, Kabupaten Sergai itu, dinyatakan bersalah, melanggar pasal 363 (2) KUH Pidana, pencurian dengan pemberatan (Curat).

Pencurian itu dilakukan terdakwa, bersama Irwan als Iwan (DPO), pada Senin, 4 Mei 2020, lalu.

Awalnya, Iwan menjemput terdakwa di rumahnya dan pergi menuju Bahapal, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun.

Saat melintas di Huta III Purwosari, Nagori Dolok Tenera, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, Iwan meminta terdakwa untuk memberhentikan sepeda motor yang terdakwa kendarai, lalu Iwan turun dari sepeda motor dan menuju ke rumah saksi korban, Hendra Syahputra.

Terdakwa pun masuk melalui jendela depan dan membuka engsel pintu, sehingga Iwan bisa masuk dan  mengambil 1  unit sepeda motor merek Honda Vario warna putih tahun 2014, nomor rangka: MH1JFB121EK221028, dan nomor mesin: JFB1E-2165002 yang saat itu, kunci sepeda motor lengket pada stop kontaknya.

Iwan juga mengambil 1  unit handphone Samsung J1 warna gold yang terletak di atas dispenser.

Iwan mengeluarkan sepeda motor tersebut dari dalam rumah dengan cara mendorongnya sejauh 50 meter dari rumah saksi korban, lalu membawanya ke rumahnya di Sergai. Sedangkan  handphone diberikan kepada terdakwa Gogon.

Honda Vario dijual melalui Mamang (DPO), seharga 2 juta rupiah dan Gogon mendapatkan bagian Rp700 ribu. Saat menuju rumahnya, Gogon berhasil ditangkap Polsek Serbelawan, Tigor Manurung dan Viktor A Sitorus.

Akibat perbuatan terdakwa, saksi korban mengalami kerugian hingga 9 juta rupiah.

Vonis hakim lebih ringan 1 tahun dari tuntutan jaksa Melnita, yang sebelumnya menuntut pidana penjara selama 5 tahun. Terdakwa menyatakan menerima putusan tersebut, sedangkan hakim menyatakan pikir-pikir.