HETANEWS.COM

Bawa Kabur Septor Orang, Dicky Halomoan Diancam 18 Bulan Penjara

Terdakwa tertunduk pasca diancam 18 bulan penjara. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Mungkin saksi korban terlalu baik, sehingga mau pinjamkan uang untuk beli nasi dan sepeda motor korban, yang ujung – ujungnya  dibawa kabur terdakwa Dicky Halomoan (35).

Terakhir, terdakwa Dicky yang tinggal di jalan SM Raja, Kelurahan Tanah Jawa, harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di mata hukum, dan pada Senin (28/9/2020) siang tadi, terdakwa dituntut hukuman 1 tahun 6 bulan penjara, disidang online PN Simalungun.

Jaksa Hiras Affandi Silaban SH, menyatakan terdakwa terbukti bersalah, melanggar pasal 372 KUH Pidana. Atas tuntutan pidana tersebut, terdakwa mengaku menyesal dan memohon kepada hakim agar hukumannya diringankan.

"Saya menyesal Bu hakim, saya mohon dihukum seringan-ringannya,"kata terdakwa sambil tertunduk.

Menurut jaksa, terdakwa pada Rabu, 3 Juni 2020, lalu, di rumah kedai panjang milik saksi korban, Zulkifli Lubis, Kelurahan Pematang Tanah Jawa, Kecamatan Tanah Jawa,  kepada saksi korban mengatakan “ Oppung Minta Dulu Uangnya Rp.10.000,- Aku Mau Makan, Nanti Kalau Datang Bang Doni Aku Ganti“.

Lalu saksi korban  memberikan uang sebesar Rp.10.000,-  kepada terdakwa dan kemudian terdakwa mengatakan kepada saksi korban dengan perkataan “ Oppung Pinjam Dulu Keretanya Mau Kebawah Aku Beli Nasi“.

Lalu saksi korban  menjawab “Ya Sudah Bawalah”, sambil menunjuk 1  unit sepeda motor jenis Yamaha Mio warna biru BK 2177 LW yang ada di depan rumah. Dimana kunci sepeda motor tersebut masih tergantung, di tempat kunci kontaknya.

Terdakwa langsung membawa sepeda motor tersebut, menuju arah Siantar dan tidak mengembalikannhya, hingga terdakwa tertangkap, pada hari Rabu, 10 Juni 2020 lalu, pukul 09.00 WIB, di pinggir Jalan Melanthon Siregar, tepatnya di depan sekolah Budi Mulia, Kelurahan Marihat Jaya, Kecamatan Siantar Marimbun, Kota Siantar.

Tujuan terdakwa menggelapkan sepeda motor tersebut yaitu untuk dijual kepada orang lain, guna mendapatkan uang. Akibatnya, saksi korban mengalami kerugian 5 juta rupiah.

Dicky dipersalahkan melanggar pasal 372 KUH Pidana. Untuk pembacaan vonis, ketua majelis hakim, Roziyanti SH menunda persidangan hingga Rabu (30/9/2020) mendatang.

Penulis: ay. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan