HETANEWS.COM

TPS Di Mata Istri Tak Romantis Namun Penyayang

Nuraini Boru Sirait saat berbincang-bincang dengan tim Media Center Hasim-TPS.

Simalungun, hetanews.com - Tidak banyak bicara, sesekali tersenyum simpul, dan senantiasa terkesan serius. Begitulah penampilan Tumpak Siregar SH. Pria yang kini menjadi calon Wakil Bupati Simalungun nomor urut 2, berpasangan dengan Muhajidin Nur Hasim itu, bukanlah pria romantis, baik dalam ucapan maupun perbuatan. Hanya saja, Tumpak Siregar yang akrab disapa Bang TPS itu sangat sayang kepada keluarganya. Diyakini, ia juga sayang kepada Kabupaten Simalungun.

Sikap dan sifat TPS itu diungkapkan wanita cantik yang selama ini menjadi teman hidupnya, Nuraini br Sirait. Ditemui di kediamannya, di Jalan BAS Nagori Pematang Simalungun Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun, Minggu (27/9/2020) pagi, Nuraini menceritakan bagaimana awalnya ia dekat dengan TPS hingga kemudian menjadi teman hidupnya.

Menurut Nuraini, ia mengenal TPS sejak keduanya sama-sama duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Mereka tinggal berdekatan di Gunung Bayu Kecamatan Bosar Maligas.

"Waktu itu saya masih sekolah, kelas 2 SMA. Rumah kami berdekatan," katanya.

Awalnya, kata Nuraini, mereka sebatas kenal, tapi tidak terlalu dekat. Hingga suatu hari, saat hendak berangkat ke sekolah, tanpa sengaja mereka bertemu di jalan dan bersama-sama menuju ke sekolah.

"Sejak itu kami mulai dekat. Tapi kami tidak pacaran loh,” kata Nuraini, bernostalgia.

Keduanya semakin intens bertemu, dan selalu jalan bersama ketika pergi dan pulang sekolah. Hanya saja, tak ada hubungan istimewa antara TPS dan Nuraini saat itu.

TPS, diakui Nuraini, merupakan pria yang baik. Ia kerap membantu Nuraini. Tak hanya untuk urusan di sekolah, tapi juga di luar sekolah.

Hubungan persahabatan keduanya berlanjut hingga sama-sama menempuh pendidikan tinggi di Kota Medan.

“Sampai kuliah, kami masih berteman akrab. Tapi sebatas teman, tidak pernah ada kata pacaran," tukasnya. 

Di tengah kesibukan kuliah, kata Nuraini, ia dan TPS sering bertemu. Kebaikan TPS kepadanya pun tidak berkurang. TPS selalu ada ketika ia membutuhkan bantuan.

"Bukan pacar, tapi Pak TPS selalu baik sama saya. Bahkan tugas skripsi saya saja, dibantu bapak hingga selesai," katanya tertawa bahagia.  

Hingga sama-sama sudah wisuda dan menyandang gelar sarjana, kata Nuraini, TPS tidak pernah menyinggung hubungan mereka ke arah yang lebih serius. 

Tetapi, sambung Nuraini, sekitar dua tahun setelah mereka lulus kuliah, tetiba TPS datang ke rumahnya.

"Bapak datang ke rumah. Saya pikir sekadar main. Rupanya mengajak saya menikah. Meski awalnya terkejut, tapi saya menerimanya karena saya tahu dia orang baik," sebut Nuraini.

Mereka menikah di tahun 1992. Meski sudah berstatus suami istri, katanya, TPS tidak pernah menunjukkan sikap romantis. 

"Ya, begitulah bapak. Tidak ada romantis-romantisnya. Kalau bicara, selalu terkesan serius," ungkap Nuraini.

Namun, Nuraini selalu merasakan kasih sayang yang utuh dari TPS. Baik untuk dirinya, kelima anak mereka, yakni empat perempuan dan seorang lelaki, keluarga lainnya, dan orang-orang.

"Memang sudah sifatnya begitu. Nggak pernah romantis. Padahal saya sebagai perempuan, kadang ingin juga dimanja, ya dirayu-rayu, digombal-gombal gitu. He he he," tandasnya. 

Kini, setelah 28 tahun berumah tangga, meski TPS bukan pria romantis, tetapi Nuraini merasakan kasih sayang yang sangat besar dari lelaki itu. 

"Saya sebagai istrinya, yakin Pak TPS sangat menyayangi Kabupaten Simalungun, seperti ia menyayangi keluarganya," pungkasnya.

Penulis: tim. Editor: tom.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan