HETANEWS.COM

Terkait Gudang Gas Terbakar, Boy Minta Pemko Siantar Tidak Asal Beri Ijin kepada Para Pengusaha

Boy Iskandar Warongan.

Siantar, hetanews.com - Kurangnya pengawasan dan tidak jelasnya regulasi ijin usaha dari Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar, mengakibatkan satu keluarga tewas, dilahap sijago merah, pada Sabtu malam lalu (26/9/2020).

Menurut Anggota DPRD Siantar dari Komisi I, Boy Iskandar Warongan, Minggu (27/9/2020), peristiwa kebakaran itu akan menjadi bahan evaluasi buat DPRD, Pemko Siantar dan masyarakat.

"Ini akan menjadi evaluasi buat kita, agar tidak terulang lagi hal yang sama di Siantar. Kita melalui lembaga DPRD Siantar akan melakukan pembahasan dan kepada Pemko Siantar agar melakukan pengawasan dan evaluasi kepada para pengusaha," ujarnya.

Anggota DPRD dari fraksi PAN ini juga menghimbau Pemko agar memeriksa, apakah ada aturan untuk para usaha-usaha yang memiliki resiko tinggi akan kebakaran.

"Disini kita akan lihat lagi tentang aturan dan regulasi itu. Apa bolehkah, satu rumah dengan tempat usahanya dan juga bisakah di lingkungan padat penduduk," ujarnya.

Baca juga: Siantar Berduka!!! Gudang Gas yang Terbakar Menewaskan 2 Orang Dewasa dan 3 Orang Anak

Yang pasti, harusnya di setiap usaha yang punya resiko tinggi, itu harus ada tabung racun api. Ini adalah tugas Pemko, melalui damkar karena itu juga salah satu penambah PAD karena ada retribusi pengecekan tabung racun api, ungkapnya .

"Kita juga akan bahas dan tanya kepada damkar, apakah butuh penambahan akomodasi dan sebagainya. Kalau memang dibutuhkan agar di tahun-tahun berikutnya dilakukan penambahan," tegasnya.

Masih katanya, pihaknya juga meminta Pemko agar meninjau kembali usaha-usaha yang punya resiko tinggi kebakaran dan harus memiliki tabung racun api. Dan kalau para pengusaha tidak melengkapi, kita meminta agar ijinnya di cabut, pintanya.

Jadi yang paling diutamakan jadi bahan evaluasi kepada pemko agar lebih ekstra dalam pengawasan ijin usaha, tegasnya lagi.

"Selain penambahan pemadam, kita juga akan menghimbau kepada para pengusaha kalau rumahnya terdiri dari 2-3 lantai dan usahanya menyatu dengan rumah agar membuat tangga darurat. Kita juga akan upayakan agar ada regulasi dan kalau tidak memenuhi itu ijinnya tidak akan diberikan," ujarnya dan janji akan membahasnya di internal DPRD dan bersama Pemko nantinya.

Penulis: leonardo. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan