HETANEWS.COM

Viral Perempuan Ngaku Dianiaya Mantan Abang Iparnya di Simpang 2, Ternyata Begini Kronologisnya

Foto : Tina Tobing memegang surat tanda laporan ke polisi

Siantar, hetanews.com - Sebelumnya viral postingan di akun facebook Tina Tobing yang mengaku dianiaya oleh seorang lelaki, yang merupakan mantan abang iparnya, di Simpang 2, Jalan Saribudolok, Kecamatan Siantar Marimbun, beberapa hari lalu..

Tina yang bernama lengkap Septina Lumban Tobing bersama kakak kandung ya Rina Lumban Tobing, kemudian menceritakan bagaimana kronologisnya kepada awak media. Tina bercerita, bahwa mantan abang iparnya, HR beberapa hari sebelum kejadian, sempat terjadi ribut dengan orang lain di depan warungnya.

Tina kemudian meminta agar mereka tidak ribut di depan warung mie nya dan agar berdamai saja. Namun, pada tanggal 29 Agustus lalu, tepatnya di hari Sabtu pagi itu, ia kemudian terlibat cekcok dengan HR. HR mengira, ia di tertawai oleh Tina bersama seorang pelanggannya.

"Langsung didatangi aku ke warungku, dibilangnya, apa kau ketawa ketawa, apa matamu lihat lihat," ujar Tina menirukan perkataan HR. Tina menyebut, bahwa mereka bukan tertawa untuk mengejek HR.

Baca juga: Dianiaya mantan abang iparnya, perempuan ini lapor polisi

Ia kemudian mendapat kekerasan fisik, dicekik dan didorong hingga jatuh. Kakaknya, Rina kemudian merekam kejadian itu. Rina saat itu baru saja bangun, dan mendengar adanya keributan, sehingga keluar dari rumahnya.

"Tapi siap itu dibilangnya, harus mati dibuatnya adekku (Tina). Pengancaman itu. Gak tahu kita gimana mau dibuatnya. Itu yang buat kami kepikiran," kata Rina.

Setelah itu, HR berulang kali berusaha minta maaf. Tapi tidak langsung menemui Tina, melainkan melalui keluarganya yang lain seperti kakaknya yang lebih tua maupun melalui pamannya. Awalnya, kakak mereka yang lebih tua, menyarankan perdamaian untuk sebuah rumah, juga sebagai ganti karena dahulu HR tidak dapat menyelesaikan perkuliahan Tina.

"Itu kan karena dulu gak bisa diselesaikan kuliahnya. Jadi saran kakak kami, berikan lah 1 rumah samanya. Dia (RH) setuju. Itu 3 hari sebelum dia dipanggil polisi. Tapi siap dipanggil polisi, dia beda. Kayak malah melawan gitu lagi. Jadi kami ingin ini lanjut, masalah harga diri keluarga" lanjutnya.

Ia berharap, pihak kepolisian cepat mengusut kasus yang dialaminya yang telah sebulan dilaporkannya.

Penulis: ndo. Editor: edo.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!