HETANEWS.COM

Penanganan Covid-19 di Sumut Membaik, Kesembuhan Meningkat, Kematian Turun

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi.

Medan, hetanews.com - Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Sumatera Utara terus berupaya mengendalikan penyebaran virus corona. Jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 memang masih bertambah, namun angka kesembuhan juga terus meningkat dan kematian menurun.

Hal ini dibuktikan dengan angka kesembuhan pasien Covid-19 dari 34,39% pada 31 Juli dari total kasus menjadi 60,28% per 20 September. Angka kematian juga berhasil diturunkan dari 4,49 % pada 31 Juli menjadi 4,25% per 21 September 2020.

Sementara rasio positivity rate atau persentase positif hasil pemeriksaan juga berkurang dari 17,51% pada 31 Juli  menjadi 13,46% per 21 September 2020.

"Ini menunjukkan semangat dan komitmen Pemprov Sumut dalam memutus mata rantai penularan Covid-19 di Sumut,” ujar Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Selasa (22/9/2020).

Hal itu dia sampaikan saat menghadiri rapat paripurna di DPRD Sumut yang dipimpin Ketua DPRD Baskami Ginting dengan agenda penyampaian nota jawaban Gubernur Sumut atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Sumut terhadap Ranperda tentang Perubahan APBD Sumut tahun 2000.

Nota jawaban merupakan tindak lanjut dari rapat paripurna sebelumnya. Dalam penyampaian pandangan tersebut, penanganaan Covid-19 menjadi topik yang paling mendominasi.

“Dapat kami sampaikan Pemprov Sumut telah mengalokasikan anggaran Rp191.797.800.000 untuk penanganan Covid-19 bidang kesehatan dan pendukungnya sebesar 38,20% dari total belanja tidak terduga tahap I,” kata Edy Rahmayadi.

Sementara untuk tahap II sebesar Rp261.047.620.000 atau 52,21%. Dengan demikian, terdapat peningkatan alokasi anggaran penanganan dan penanggulangan Covid-19 bidang kesehatan dan pendukungnya.

Perkembangan lain terkait penanganan Covid-19 di Sumut yakni rencana penambahan laboratorium yang bekerja sama dalam pemeriksaan PCR yaitu UPT Laboratorium Kesehatan Dinkes, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Medan, RS Haji Medan Pemprov Sumut, dan RSUD Kabupaten Deliserdang. Semua laboratorium yang dimaksud dalam proses pengajuan ke Kementerian Kesehatan untuk penerbitan izin.

Hal lainnya yang dibahas yakni kinerja OPD Pemprov Sumut belum maksimal dalam menjalankan tugas dan fungsi karena beberapa pejabat belum defenitif. Hal ini akan menjadi perhatian seriusnya.

Untuk evaluasi hal tersebut, pada tahun anggaran 2020 akan dilakukan persiapan proses pengisian melalui seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tertinggi (JPT) Pratama, sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil

sumber: derik.com

Editor: Sella Simorangkir.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan