HETANEWS.COM

Terdakwa Ancam Sebar Foto Bugil Korban Setiap Bersetubuh

Terdakwa disidangkan majelis hakim pimpinan Roziyanti secara online. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Pemuda asal Girsang Sipangan Bolon, JS als Jarwin (24), didakwa mencabuli pacarnya, sebut saja Melnita (13 tahun), warga yang sama. Jarwin diadili dalam persidangan tertutup untuk umum, Rabu (23/9/2020), di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun yang digelar secara online.

Agenda persidangan siang itu, mendengarkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum, Julita Nababan SH.

Karena ancaman pidananya di atas 15 tahun, maka hakim menetapkan, agar terdakwa didampingi pengacara dari Posbakum PN Simalungun.

Menurut dakwaan jaksa, terdakwa menyetubuhi saksi korban, lebih dari 3 kali, pada sekitar bulan Mei 2020. Setiap mengajak saksi korban bersetubuh, terdakwa selalu mengancam dengan mengatakan akan menyebarkan foto - foto korban (foto bugil) kepada teman - teman korban.

Sehingga korban merasa takut dan malu jika hal itu terjadi. Mka setiap kali disetubuhi terdakwa, korban tidak berani menolak dan menuruti saja kemauan terdakwa.

Korban disetubuhi di areal perladangan milik marga Sinaga, di Sosorgalung Girsang II, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Parapat.

Bermula, terdakwa yang sudah menjalin hubungan asmara (pacaran dengan korban), minta dikirimi foto korban, tanpa memakai sehelai benang pun alias bugil. Dengan alasan sudah pacaran lama, jadi gak perlu malu - malu.

Korban percaya saja dan mengirimkan foto - fotonya tanpa busana. Rupanya hal itu dijadikan alasan setiap akan menyetubuhi korban, sehingga korban tidak dapat menolak kemauan terdakwa.

Jaksa menjerat terdakwa dalam Pasal I ke- 1, yaitu   Pasal   81   ayat   (1),   Peraturan   Pemerintah   Pengganti   Undang-undang   (Perpu) Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang Republik IndonesiaNomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, yang telah menjadi Undang-undangberdasarkan Undang-undang Republik Indonesia  Nomor  17 tahun  2016 tentangPenetapan   Peraturan  Pemerintah   Pengganti  Undang-undang  (Perpu)   Nomor  1  tahun 2016   tentang   Perubahan   Kedua   atas   Undang-undang   Republik   Indonesia   Nomor   23tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-undang.

Dakwaan jaksa dibenarkan terdakwa dan untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi, majelis hakim yang diketuai Roziyanti SH, menunda persidangan hingga Rabu (30/9/2020) mendatang.

Penulis: ay. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan