HETANEWS.COM

Robert: DPRD Siantar marah atau keras untuk pengawasan akan tetapi tetap beretika

Siantar, hetanews.com – Dimasa pandemi ini semakin banyak klister-klaster yang menimbulkan peningkatan jumlah terpapar covid-19 di Kota Pematangsiantar. Disini peran anggota DPRD sebagai pengawasan eksekutif sangat dibutuhkan dan harus tetap beretika.

Robert Tua Siregar Ph.D Ketua Prodi pascasarjana STIE Sultan Agung menyesalkan apa yang dilakukan anggota DPRD Siantar dimana pada hari Senin, (21/9/2020) lalu, pada saat rapat dengan dinas perijinan anggota DPRD Siantar mengusir kepala dinas beserta jajarannya karena telah mengeluarkan ijin bazar didepan balai Kota.

Diketahui tepat pada hari Minggu, (20/9/2020) bazar tersebut sudah tutup.

“Disini memang benar ketua DPRD itu bagian pengawasan eksekutif. Seharusnya begitu bazar berdiri langsung di paksa tutup atau dinas terkait langsung dipanggil, jangan setelah sudah tutup baru mereka marah-marah dan ribut. Kalau marah ya silakan, keras juga silakan yang untuk pengawasan akan tetapi beretikalah,” ujarnya.

Permasalahan pandemi covid-19 secara general sebaiknya semua sektor kegiatan dilakukan pengawasan yang sangat ketat.

Jika ditelusuri apa yang terjadi di siantar, pada kejadian kerumunan pada bazar yang di berikan ijin atau apalah namanya oleh pihak pemko, tentu secara emosional semua pihak akan "marah" dimana masa pandemi saat ini yang semakin terus bertambah.

“Sedangkan jika kita lihat pada kasus kerumunan lain hal ini juga kita patut "marah" kenapa penanganannya tidak sama? saat ini pesta dan lainnya sudah dilakukan sebagai salah satu bentuk kerumunan,” ujarnya.

Masih dengan Robert mengatakan sebaiknya semua pihak juga harus "marah", dan tentu DPRD juga harus marah, jangan hanya untuk kegiatan bazar DPRD marah ke dinas Perijinan. Untuk itu sebaiknya DPRD bisa melakukan pengawasan yang sangat intesif lah khsusunya pada penangannan pandemi covod 19 ini, regulasi itu silahkan di buat untuk mendukung optimalisasi covid-19.

“Yang kita ketahui sudah banyak daerah buat perda tentang pandemi covid-19. Kita juga meminta agar bapak dan ibu dewan yang terhormat mengawasi anggaran Covid-19 yang telah di refocusing. Silahkan legislatif "marah" atau optimal mengawasinya, tetapi harus beretika juga. Karena jika semuanya dilakukan dengan beretika tentu akan merasa enak, namun bisa keras dengan argumen yang kuat juga. Untuk itu silahkan keras atau apalah namanya tetapi dengan etika dan argumen yang tepat dan rasional,” ujarnya sembari mengatakan kita selaku masyarakat tetap percaya kepada DPRD Siantar akan dapat melakukan pengawasan secara optimal.

Penulis: leonardo. Editor: edo.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan