HETANEWS.COM

Dituduh Mencuri 3 Ton Sawit, Oppung Diancam Hukuman Percobaan

Proses sidang online Oppung, pencuri 3 ton sawit, di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Jaksa Juna Karo Karo SH, menuntut Esterlan br Sihombing (79), warga Huta III Simangonai, Nagori Jawa Baru, Kecamatan Hutabayu, selama 3 bulan penjara, tapi hukuman tersebut tidak perlu dijalani dengan masa percobaan selama 6 bulan.

Oppung yang telah berusia lanjut itu, dinyatakan terbukti bersalah melakukan pencurian 3 ton sawit. Dan dinyatakan bersalah, melanggar pasal 362 KUH Pidana. Tuntutan jaksa dibacakan dalam persidangan online, di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Senin (21/9/2020).

Atas tuntutan jaksa tersebut, terdakwa didampingi pengacaranya, Prima Banjarnahor SH akan mengajukan nota pembelaan (pledoi) secara tertulis. Untuk itu hakim memberikan kesempatan hingga Rabu (30/9/2020) mendatang.

Menurut Banjarnahor dkk, pengambilan sawit yang dilakukan terdakwa, di Huta Simangonai, bukanlah perbuatan tindak pidana. Karena dilakukan di atas lahan miliknya, berdasarkan surat kepemilikan yang dikeluarkan kepala desa, dan sudah puluhan tahun mengambil hasil panen bersama suaminya, Kalongan Simbolon (almarhum).

Terdakwa berhak menguasai, mengelola dan memanen hasil sawit di atas lahan miliknya berdasarkan bukti surat yang ada. Sedangkan saksi pelapor, Edy Ronald Simbolon, tidak memiliki alas hak sebagai pemilik tanah dan sawit, jelas pengacara.

Karena permasalahan ini, terdakwa Esterlan br Sihombing, telah mengajukan gugatan perdata ke PN Simalungun dengan No.Perkara 95/Pdt G/2019/PN Sim, dan sekarang masih dalam upaya hukum banding. 

Tapi menurut jaksa, terdakwa Esterlan tidak punya hak  sawit lagi di lahan tersebut. Karena lahan tersebut telah menjadi milik saksi korban Edy Ronald Simbolon.

Usai persidangan, Banjarnahor mengungkapkan, jika lahan sawit milik terdakwa, dijual borunya (anak perempuannya), tanpa sepengetahuan Esterlan, kepada saksi pelapor Edy Ronald Simbolon.

"Untuk itu, kami akan mengajukan pledoi tertulis," katanya.

Sebelumnya, majelis hakim, pimpinan Roziyanti, telah mengabulkan eksepsi pengacara dan mengembalikan berkas ke jaksa dalam putusan sela. Tapi perkara ini dilanjutkan pasca jaksa, melakukan perlawanan ke Pengadilan Tinggi.

Hakim PT memerintahkan agar pemeriksaan perkara dilanjutkan. 

Penulis: ay. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan