HETANEWS.COM

Medan Masih Jadi Penyumbang Terbesar Kasus Covid-19 di Sumut, Ini Kata Jubir Mardohar Tambunan

Juru bicara Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (SGTPP) Covid-19 Mardohar Tambunan

Medan, hetanews.com - Kota Medan masih menjadi penyumbang terbesar kasus positif Covid-19 di Sumatera Utara. Bahkan, di tingkat nasional Kota Medan tercatat juga sebagai kabupaten/kota dengan angka terkonfirmasi positif Corona yang cukup tinggi.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Medan, Mardohar Tambunan, berharap seluruh elemen di masyarakat semakin sadar untuk menjalankan protokol kesehatan. Perwujudan protokol kesehatan tersebut harus dimulai dari sel masyarakat yang terkecil, yakni keluarga.

"Penerapan protokol kesehatan itu harus dimulai dari keluarga, kalau hal itu bisa, persebaran Covid-19 ini bisa ditanggulangi," ujar Jubir GTPP Cobid-19 Kota Medan Mardohar Tambunan saat dikonfirmasi pada Minggu (20/9/2020).

Penanganan pasien yang terpapar Covid-19 tidak lepas dari kontak erat yang harus mendapatkan penelusuran terkait paparan Covid-19. Ia menyebutkan para kontak erat harus juga mendapatkan pemeriksaan Covid-19 melalui rapid test dan swab.

"Misalnya kalau sudah kita dapat OTG, kita enggak usah takut, dan kita pun enak ngobatinya, ini kan masyarakat takut, itu yang pertama," lanjutnya.

Hal lain yang tetap dilaksanakan adalah penanganan Covid-19 dengan adanya isolasi mandiri dengan terkebih dahulu melihat kelayakan tempat isolasi yang bersangkutan agar tidak menciptakan klaster baru penyebaran Covid-19.

"Yang kedua, kalaupun diminta untuk isolasi mandiri, kan ada ketentuan isolasi mandirinya, yang mana bisa di rumah, yang mana harus dikarantina, dan mana yang harus ke rumah sakit," sambungnya.

Secara khusus di Kota Medan, dia juga menyampaikan bahwa penanganan pasien Covid-19 di Kota Medan tergolong cepat sehingga angka kesembuhan meningkat dari hari ke hari.

"Pemerintah saat ini sudah mempermudah bagaimana penanganan Covid-19 ini, dengan adanya pemeriksaan swab, dan juga melihat bagaimana isolasi mandiri, tingkat kesembuhan kita di Medan tergolong cepat," ungkapnya.

Dalam kajian GTPP Covid-19 Kota Medan, yang terpapar tersebut tergolong Orang Tanpa Gejala (OTG) dengan persentasi 80 persen.

"Tapi yang terpapar atau kontak eratnya pun banyak, OTG kita hampir 80 persen. Itu semua lebih pada perilaku, nanti setelah orang terdekatnya terpapar, barulah sadar," lanjutnya.

Inti dari persebaran Covid-19 di Kota Medan adalah muskilnya masyarakat berperilaku hidup sehat. Bahkan, dia menyampaikan untuk mencegah klaster baru cukup dengan menjalankan protokol kesehatan; penggunaan masker dan jaga jarak (physical distancing).

"Kembalilah kita berperilaku hidup sehat, paling tidak penggunaan masker dan jaga jarak, ada empat itu kan; cuci tangan, jaga jarak, gunakan masker, dan tidak saling bersalaman. Dua hal itu saja kita lakukan, ini sudah pencegahan," lanjutnya.

"Masalahnya, ketika peraturan itu diberlakukan, tidak mau didengar dan dilaksanakan," sambungnya.

Kembali, dia menegaskan bahwa edukasi protokol kesehatan harus dimulai dari keluarga.

"Intinya, bagaimana kita mampu mengedukasi keluarga sendiri agar bisa jalankan protokol kesehatan, itu sudah membantu kita semua mencegah klaster baru," pangkasnya.

Sumber: medan.tribunnews.com

Editor: tom.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan