HETANEWS.COM

Ajakan Pemkab Simalungun Bayar PBB Dipandang Sepele, Warga Tagih Perbaikan Jalan

Foto Baliho ajakan Pemkab Simalungun untuk bayar pajak. (foto/juindra)

Simalungun, hetanews.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun mengajak masyarakat agar tetap membayar pajak bumi dan bangunan (PBB) untuk semangat baru.

Ajakan tersebut tertulis di sebuah baliho, di jalan Asahan. Pembayaran pajak dibayar paling lambat 30 November 2020 dan meminta masyarakat agar tidak telah bayar pajak.

Sayangnya, ajakan untuk bayar PBB tersebut, tidak dipandang positif oleh masyarakat.

Masyarakat menganggap tidak ada gunanya bayar pajak kepada Pemkab Simalungun, karena uang untuk bayar pajak, tidak pernah digunakan untuk memperbaiki jalan.

"Jalan di Kabupaten Simalungun banyak yang rusak, masyarakat susah menjual dagangannya ke kota karena jalan yang rusak,"kata J Purba, Sabtu (19/9/2020).

Seharusnya, ajakan bayar pajak seperti ini dibarengi dengan perbaikan jalan.

Foto Mobil Dinas Kesehatan Simalungun BK 1167 T, platnya mati bulan 3 tahun 2017. (foto/juindra)

Masyarakat hanya berharap jalan bagus, agar pengiriman barang mereka lancar, tapi harapan itu tidak pernah terwujud dan pemerintah minta bayar pajak, katanya dengan nada kesal.

"Kita dengan ikhlas bayar pajak kalau pemerintah berniat membangun, tapi ini kan tidak, malah ini beda kita bayar pajak, tapi Pemerintah tak membangun,"bilang J Purba.

J Purba menyadari, membayar pajak dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat, baik secara materil maupun spiritual, tapi masyarakat Simalungun tidak mendapatkan itu.

Terpisah, Poltak ketika ditemui di salah satu kedai kopi, di jalan Besar Saribudolok mengatakan, mobil operasional plat merah milik Pemkab Simalungun, banyak yang nembak pajak.

Hal itu terlihat ketika dia melintas di jalan, banyak mobil operasional itu, platnya di bawah tahun 2019.

Foto Mobil Dinas Pemkab Simalungun BK 1223 T, platnya mati bulan 9 tahun 2018. (foto/juindra)

"Artinya, Pemerintah tidak pernah bayar pajak, kalau bayar pajak, pastinya platnya itu pasti terus hidup," katanya.

Dari situ bisa kita nilai, kalau mereka tidak bayar pajak. Bagaimana kita diajak bayar pajak, sementara mereka tidak bayar pajak kendaraan mereka ke Negara, ujarnya.

"Pemerintah harus memberikan contoh yang baik dengan bayar pajak, biar kami patuh bayar pajak," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah, Rizal Saragih saat ditemui, di Posko Covid-19, tidak berada di tempat, dan salah satu petugas jaga mengatakan, kalau Rizal sedang sakit dan dirawat di RS Vita Insani.

Penulis: juindra. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan