HETANEWS.COM

Operasi Yustisi Protol Kesehatan di Sumut Jaring Lebih dari 5.000 Orang

Ilustrasi operasi yustisi protokol kesehatan. Foto: ANTARA

Medan, hetanews.com - Operasi yustisi protokol kesehatan yang dilakukanKepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) bersama dengan TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menjaring lebih dari 5.000 orang.

Polda Sumut bersama dengan TNI dan Satpol PP masih terus menggencarkan operasi yustisi untuk mendisiplinkan masyarakat menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 di Sumut.

Berdasarkan data dari Markas Polda Sumut, Jumat (18/9/2020), lebih dari 5.000 orang yang terjaring dalam operasi tersebut. Para pelanggar protokol kesehatan diberikan sanksi push up, sit up, menyapu jalanan, penahanan e-KTP selama 3 hari dan menyanyikan lagu kebangsaanIndonesia Raya.

Kepala Sub Penerangan Masyarakat Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan mengatakan, operasi yustisi masih dilanjutkan. Operasi ini dilaksanakan mulai pagi sampai malam hari. Untuk operasi pagi hari, tim gabungan menyasar sejumlah lokasi yang ramai dikunjungi masyarakat.

"Pagi sampai sore hari, sasaran lokasi di pasar tradisionil, jalan lintas di tengah perkotaan di berbagai kawasan, pusat perbelanjaan dan lokasi keramaian lainnya. Malam harinya, tim gabungan menyisir lokasi keramaian seperti kafe, tempat hiburan dan lokasi keramaian lainnya," ujar Nainggolan.

Nainggolan mengatakan, operasi yustisi yang digencarkan tim gabungan sudah membawa hasil yang positif. Masyarakat mulai menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan. Namun, masih ada masyarakat yang tetap mengabaikan protokol kesehatan.

"Untuk pekan ini, sanksi yang diberikan masih tergolong ringan. Namun, langkah lebih tegas akan diberlakukan sesuai perintah Bapak Kapolri Jenderal Idham Azis dan Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin. Orang yang melanggar protokol termasuk anggota polisi, akan ditindak tegas," katanya.

Menurutnya, operasi yustisi dilaksanakan tim gabungan untuk menyelamatkan masyarakat dari bahaya ganasnya serangan virus corona. Untuk menekan dan memutus mata rantai penyebaran virus ini, peran serta masyarakat diharapkan membantu pemerintah dalam menanggulangi secara bersama pandemi Covid-19 tersebut.

Sumber: beritasatu.com

Editor: tom.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan