HETANEWS.COM

Membunuh Gara-gara Ejekan di Facebook, Bapak-Anak Divonis 10 dan 9 Tahun Penjara

Nelson Panjaitan, pelaku pengeroyokan terhadap Indra Nasution hingga tewas, saat diamankan petugas kepolisian dari Polsek Medan Timur, Jumat (31/1/2020).

Medan, hetanews.com - Batara Nelson Panjaitan (51), warga Pulo Brayan Kecamatan Medan Barat divonis dengan hukuman 10 tahun penjara karena telah membunuh seseorang bernama Indra Nasution. Terungkap pula alasan Batara membunuh karena ejekan di Facebook yang diposting oleh korban.

"Mengadili, dengan ini terdakwa Batara Nelson Panjaitan dengan penjara selama 10 tahun penjara," putus Hakim Ali Tarigan melalui sidang online di Ruang Cakra 9 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (17/9/2020).

Selain itu Ali Tarigan juga memvonis terdakwa Agung Taufik Hidayatulloh Panjaitan (21) dengan hukuman 9 tahun penjara. Hakim menilai, keduanya telah melakukan tindak pidana pengeroyokan yang mengakibatkan seseorang kehilangan nyawa. Selain itu, hakim menilai keduanya telah berbelit-belit memberikan keterangan di persidangan.

"Sedangkan yang meringankan, keduanya bersikap sopan di persidangan," kata hakim.

Ali menilai, keduanya dinilai telah melanggar pasal Pasal 170 Ayat (2) Ke-3 KUHP. Atas putusan hakim tersebut, baik Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ricky Tohom Adolf Pasaribu, dan kedua terdakwa masih mengambil sikap pikir-pikir.

Sebelumnya, Batara Nelson Panjaitan dituntut oleh JPU dengan hukuman 12 tahun penjara, sedangkan Agung Taufik Hidayatulloh Panjaitan dituntut dengan hukuman 10,6 tahun penjara. Dikutip dari dakwaan JPU, perkara ini bermula ketika Agung Taufik Hidayatulloh Panjaitam marah dengan korban Indra Nasution (korban).

Pasalnya, korban menghina ibunya Agung di Facebook dengan kata-kata yang tidak pantas. Kemudian pada hari Rabu (29/1/2020) malam, Agung mengajak Mikel (DPO), Wibi (DPO) dan Roni (DPO) untuk menanyakan kata-kata dalam Facebook tersebut kepada korban.

Mereka bersepakat kalau Wibi dan Roni menunggu di Sekolah Medan Putri di Gaharu Medan. Sedangkan Agung dan Mikel mencari Indra.

Setelah bertemu, keduanya membawa Indra ke sekolah, di mana Roni dan Wibi sudah menunggu. Sesampainya di sana, Indra menanyakan kepada Agung maksud soal postingan tersebut.

“Abang tahu apa masalahnya kalian bawa kemari karena masalah abang sama si Dimas itukan?" kata JPU menirukan korban.

Mendengar perkataan dari Indra tersebut, Agung memukul perut Indra sambil berkata “Ketawa kau ya”.

Selanjutnya, setelah terjatuh, ketiga teman Agung itu memijak dan menendang badan Indra. Walaupun ia sudah meminta maaf, keempatnya tetap memukuli korban.

Kemudian datang dua orang untuk melerai. Ketika itulah, Batara Nelson datang mendekati Indra dan memukul kepala bagian belakang korban dengan helm, sehingga korban tergeletak kembali.

Saat itu Indra sempat bangkit dan berjalan untuk meminta maaf kembali, namun Agung yang belum puas kembali memberikan tendangan menggunakan lutut di kepala Indra.

Bahwa akibat perbuatannya mengakibatkan korban meninggal dunia pada hari Kamis tanggal 30 Januari 2020 sekira pukul 20.40 Wib di RSU Pirngadi Medan. Sebagaimana yang tercantum dalam Visum Et Repertum Nomor: 19/IKF/I/2020 tanggal 31 Januari 2020 yang dibuat dan ditandatangani oleh dr. Imurrizal, SH., Sp.F

Pada pemeriksaan dalam dijumpai resapan darah yang luas pada kulit kepala sebelah kiri, depan dan kanan. Lalu resapan dan bekuan darah pada seluruh permukaan jaringan otak.

Ada juga patah tulang iga kesepuluh sebelah kiri. Dari hasil pemeriksaan luar dan dalam diketahui penyebab kematian korban mati lemas karena perdarahan yang banyak akibat trauma tumpul.

Sebelumnya, Kepolisian menyebutkan bahwa cekcok di Facebook jadi penyebab pengeroyokan yang dilakukan ayah dan anak, Nelson Panjaitan dan Agung Panjaitan, hingga korban Indra Nasution (32) tewas bersimbah darah.

Sumer: medan.tribunnews.com

Editor: tom.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan