HETANEWS.COM

Ratusan Kios di Jalan Pora-Pora Parapat Dibongkar

Alat berat membongkar kios pedagang souvenir di Jalan Pora – Pora. (foto/ndo)

Simalungun, hetanews.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun melaksanakan perintah dari pemerintah pusat, tepatnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk membongkar ratusan kios, di Kota Wisata Parapat, Kamis (17/9/2020).

Ratusan kios ini berada di Jalan Pora - Pora, pinggiran Pantai Marihat, Kelurahan Tigaraja, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon. Terlihat, satu unit alat berat milik kontraktor digunakan yang disaksikan pihak Kecamatan, TNI, Kepolisian, Satpol PP dan para pedagang.

Tidak ada aksi penolakan dari pedagang, namun mereka meminta, agar tempat relokasi adalah tempat yang memadai. Pihak Pemkab Simalungun, telah berulangkali mengirimkan surat pemberitahuan kepada para pedagang untuk membongkar secara mandiri.

Para pedagang ini, rata - rata berjualan souvenir khas Danau Toba dan rumah makan yang terlihat pasrah saat proses eksekusi. Walaupun ada yang sempat membuka kios untuk berjualan, mereka akhirnya menuruti dan saling membantu untuk mengeluarkan dagangan mereka.

Barang milik para pedagang yang kiosnya dibongkar. (foto/ndo)

Poltak Sijabat mengatakan, bahwa mereka pedagang sudah berjualan puluhan tahun mencari nafkah di lokasi itu dan tidak ada menolak pembongkaran, demi memperindah kawasan wisata Danau Toba.

Namun, mereka belum mendapat kepastian, apakah akan bisa kembali berjualan di lokasi mereka awalnya tersebut.

Terlebih, tempat mereka di relokasi di Lapangan Open Stage Pagoda, kontur tanahnya tidak rata serta akan becek, bahkan banjir saat turun musim hujan.

"Pada dasarnya kami pedagang tidak ada menolak. Tapi kami butuh kejelasan terhadap hak - hak hidup kami karena ini mata pencaharian hidup kami satu - satunya. Kami menolak direlokasi ke open stage karena tidak adanya drainase, begitupun kemiringannya dan kalau hujan, sangat tidak memungkinkan berjualan disini," tutupnya.

Pantauan hetanews, di lapangan Open Stage Pagoda, telah dibuat pembatas pembatas segi empat, untuk menjadi tempat lapak bagi pedagang yang digusur. Dan di depannya, terlihat ratusan bahan bangunan yang telah disiapkan pihak kontraktor.

Penulis: ndo. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan