HETANEWS.COM

KPU Simalungun Harus Bergerak Selesaikan Polemik Perbedaan Nama Di Ijazah Salah Satu Paslon

Pranoto S.H. dan Mathius Fransiskus Sianturi S.H.(Foto/Juindra)

Simalungun, hetanews.com - Perbedaan nama pada ijazah salah satu bakal calon (Balon) Bupati Simalungun, Dr. Anton Achmad Saragih, mendapat tanggapan dari praktisi hukum pada Kantor Hukum Heta & Partners, Kamis, (17/9/2020).

Kendatipun terdapat putusan Pengadilan Negeri Simalungun Nomor 55/Pdt.P/2020/PNSim, tertanggal Selasa 11 Agustus 2020 tentang Permohonan Ganti Nama Dr. Anton Achmad Saragih, namun sebaiknya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Simalungun segera memperbaiki berkas pencalonan.

“Berdasarkan Peraturan KPU Nomor 5 Tahun 2020, masih terdapat 5 hari kerja bagi KPU Kabupaten Simalungun untuk mencantumkan surat penetapan pengadilan demi terwujudnya azas kepastian hukum dan tertib administrasi,” jelas Pranoto, S.H .

Menurutnya, penetapan pengadilan secara hukum telah memenuhi unsur kepastian hukum, namun sepatutnya KPU memberikan petunjuk kepada calon yang bersangkutan untuk mencantumkan putusan pengadilan untuk kemudian diumumkan kepada masyarakat, agar tidak menimbulkan polemik.

“Hal ini didasari pada azas jujur dan tertib administrasi yang ditegaskan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu.,” terangnya.

Hal senada juga disampaikan Adv Mathius Fransiskus Sianturi, S.H, yang mencontohkan tertib administrasi yang dilakukan KPU Kabupaten Samosir. Diketahui salah satu calon memiliki perbedaan nama pada ijazah.

“KPU Kabupaten Simalungun dapat merujuk dan melakukan hal yang sama dengan KPU Kabupaten Samosir, agar masyarakat dapat mengetahui hasil verifikasi faktual secara benar. Atau pada opsi lain, KPU dapat memberikan petunjuk pada calon tersebut untuk segera memperbaiki ijazahnya sebelum masa perbaikan yang ditetapkan PKPU No 5 Tahun 2020 berakhir,” ujarnya.

Diketahui sebelumnya, beredar informasi terkait nama Dr Anton Achmad Saragih yang berbeda pada ijazahnya, meskipun diketahui berasal dari satu universitas yang sama.

Hal ini kemudian menimbulkan pertanyaan publik mengenai keabsahan nama pada pengumuman verifikasi faktual yang diterbitkan KPU Simalungun.  

Perbedaan nama tersebut dapat diambil dari website KPU Kabupaten Simalungun pada kolom pengumuman tertanggal 5 September 2020. Pengumuman Nomor: 45/Pl.02.2-Pu/1208/Kpu-Kab/Ix/2020 tentang Dokumen Pendaftaran dan Daftar Bakal Pasangan Calon Bupati Dan Wakil Bupati Simalungun Tahun 2020.

Mathius dan Pranoto sepakat agar KPU memberikan petunjuk kepada calon yang bersangkutan untuk mencantumkan putusan pengadilan untuk kemudian diumumkan kepada masyarakat, agar tidak menimbulkan polemic dikemudian hari.

Penulis: juindra. Editor: edo.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan