HETANEWS.COM

Video Emak-emak Gunting Bendera Berawal Posting di Status WA-TikTok, Lalu Viral

Pelaku pengguntingan bendera Merah Putih yang viral di Medsos saat di introgasi Sat Reskrim Polres Sumedang.

Sumedang, hetanews.com - Emak-emak penggunting bendera Merah Putih di Sumedang, Jabar, kini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Mereka dijerat Pasal 66 Jo Pasal 24 huruf a UU No 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.

Ketiga emak-emak itu berinsial P, A ,dan DY. Kasatreskrim Polres Sumedang AKP Yanto Slamet mengungkapkan, dalam kasus itu P berperan sebagai orang yang menggunting bendera sedangkan DY berperan merekam video dan A memegang bendera.

"P yang menggunting, kalau DY yang memvideo dan A itu yang membantu memegang benderanya," kata Kasatreskrim Polres Sumedang AKP Yanto Slamet melalui sambungan telepon, Kamis (17/9).

Sebagaimana diketahui, maksud P menggunting bendera untuk menghilangkan kebiasaan anaknya yang menyandang disabilitas agar tak terlalu sering memegang bendera dan marah bila bendera diambil. P kemudian mengunggah aksi pengguntingan bendera itu ke status akun media sosial WhatsApp-nya.

"Ibu ini hanya mengunggah di status WA-nya. Kalau menurut keterangan dari ibunya itu ketidaksengajaan dia mengunggah di status," ucap Yanto.

Video Emak-emak Gunting Bendera Berawal Posting di Status WA-TikTok, Lalu Viral (1)
Penari membawakan tarian dengan bendera merah putih pada aksi 17 Jam Menari Untuk Indonesia di Bongkeng Art Space, Bandung, Jawa Barat, Senin (17/8/2020).

Sementara, ada pelaku lainnya berinisial I mengunggah konten video itu ke media sosial TikTok. Kini, I masih berstatus saksi dan sedang diperiksa.

Dalam melakukan pemeriksaan, polisi melibatkan ahli ITE untuk mengetahui ada atau tidaknya unsur pidana oleh I.

"Ditelusuri, sudah kita jadikan saksi dan nanti kemudian akan koordinasi dengan ahli ITE, masuk unsur ITE atau tidak," ucap dia.

Sebelumnya diberitakan, tiga pelaku disangkakan Pasal 66 juncto 24 UU 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, Lambang Negara, dan Lagu Kebangsaan dengan ancaman pidana kurungan 5 tahun dan denda Rp 500 juta.

Sumber: kumparan.com 

Editor: suci.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!