HETANEWS.COM

Tak Serius, Polres Sibuk Operasi Masker Eh Ada Bazaar Tepat Di Depan Hidung Balai Kota Siantar

Foto : Tampak lokasi stan bazaar di siantar,saat negara gencar adaptasi kebiasaan baru

Siantar, hetanews.com  - Ditengah pendemi covid-19 yang masih terus menghantui masyarakat Kota Pematang Siantar, terjadi polemik ditengah masyarakat atas izin keramaian bajar yang diberikan oleh Pemko Siantar Sendiri.

Sebelumnya, Presiden Joko Wudodo mengambil langkah baru dalam penanganan Covid-19 dan ada 9 provinsi yang menjadi sorotan presiden. Selanjutnya orang nomor satu di Indonesia itu memerintahkan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan untuk menangani penyebaran Covid – 19 di 9 provinsi tersebut.

Adapun kesembilan provinsi yakni DKI, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Papua dan Bali.

Presiden perintahkan dalam waktu dua minggu harus bisa mencapai tiga sasaran yaitu penurunan penambahan kasus harian, peningkatan recovery rate (tingkat kesembuhan) dan penurunan mortality rate (tingkat kematian)

Kota Pematangsiantar adalah kota terbesar kedua di provinsi Sumatera Utara yang masih menyandang status zona merah

Fakta yang ada saat ini polres pematangswiantar dalam dua hari terakhir memang gencar melakukan operasi yustisi, akan tetapi puluhan stan bazaar dibiarkan berdiri kokoh tepat didepan hidung balai Kota Pematangsiantar.

Beberapa kalangan masyarakat menyebut tindakan pemerintah kota dalam menangani wabah penyakit kelas dunia itu dinilai kurang serius. Bahkan pihak kepolisian melakukan pembiaran dan sepertinya telah mengeluarkan ijin keramaian.

“Kita ketahuikan bazaar itu mengundang keramaian, emang sehebat apa sih para pelaksana disana untuk menerapkan protokol kesehatan?  Kemarin saya coba datang kesana saya melihat banyak yang tidak menggunakan masker dan juga berapat-rapat,” ujar Aditia.

Aditia juga menegaskan kalau pihak kepolisian sibuk menindak dan memberikan hukuman kepada masyarakat yang tidak menggunakan masker. Akan tetapi bazaar yang dapat mengundang keramaian tidak di tertibkan.

“Padahalkan baru beberapa hari yang lalu keluar langsung perintah Presiden agar memaksimalkan peran TNI dan Polri untuk penegakan disiplin protokol kesehatan. Yang kita lihat di siantar malah bisa ada bazaar, kalau ada bazaar otomatiskan ijin keramaiannya harus ada dari Polres Siantar,” ujarnya.

Tolonglah kepada pihak kepolisian agar segera di tindak. Janganlah di buat lagi klaster-klaster Covid-19 yang baru dengan memberikan ijin keramaian kepada pelaksana bazaar, kata Masyaratak yang tinggal di Kampung Kristen tersebut.

“Disinikan sudah jelas tidak sejalan lagi sinergitas antara Polres Siantar dengan Pihak Pemerintah Kota. Apa lagi Siantar inikan masih status zona, kalau seperti ini terus kita masyarakan akan menyurati langsung kepada Kapolda yang tembusan ke Pak Luhut Panjaitan sebagai wakil ketua komite penanganan Covis-19 untuk menanyakan langsung apakah di daerah yang status zona merah kapolres itu bisa mengeluarkan ijin keramaian,” harapnya agar Polres Siantar segera menindak bazaar yang didepan balai Kota.

Penulis: leonardo. Editor: edo.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!