HETANEWS.COM

Irfan Pengedar Sabu dan Ekstasi Diancam 14 Tahun Penjara

Terdakwa Irfan dituntut pidana penjara 14 tahun, disidang online. (foto/ay)

Siantar, hetanews.com - Terdakwa Irfan Pranata (34), warga jalan TVRI, Kecamatan Siantar Barat, diancam 14 tahun penjara, denda Rp1 Milyar, subsider 1 tahun penjara oleh jaksa Ana Lusiana SH, disidang online PN Siantar, Rabu (16/9/2020). 

Terdakwa dipersalahkan jaksa dengan pasal 114 (2) UU RI No.35/2009 tentang narkotika.

Menurut jaksa, terdakwa telah terbukti menjadi perantara dalam jual beli narkotika.

Irfan mengedarkan sabu dan ekstasi milik Lomo (DPO) dan mendapatkan upah Rp1,5 juta/Minggu.

Berdasarkan keterangan saksi-saksi, terdakwa Irfan ditangkap Satres Narkoba Polres Siantar, pada saat akan mengantarkan sabu kepada Annes (sudah divonis).

Pada hari Jumat, 13 Maret 2020, sekira pukul 13.00 WIB, Lomo menyuruh terdakwa Irfan, mengantarkan sabu sebanyak 1 paket kepada Annes, di jalan Mesjid, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat. 

Terdakwa berangkat menuju lokasi, sekitar pukul 14.00 WIB dengan mengendarai 1 unit sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi BK 2472 TBI dan membawa 1 paket narkotika jenis sabu seberat 5 gram yang dibungkus kertas tisu dan dikantongi di saku celana sebelah kiri bagian belakang.

Tiba di lokasi, terdakwa Irfan ditangkap petugas dan mengakui, jika sabu sebanyak itu adalah milik Lomo yang akan diantarkan kepada Annes. Selain sabu, polisi juga menyita 150 butir pil ekstasi berwarna merah jambu yang diakui milik Lomo juga.

Ekstasi sebanyak itu, diterima pada Selasa, 10 Maret 2020, sekitar pukul 15.00, di Jl. Sisingamangaraja, Kelurahan Bukit Sofa, Kecamatan Siantar Sitalasari, Siantar. Terdakwa sudah sekitar 3 bulan menjual narkotika jenis sabu maupun ekstasi dengan upah Rp. 1.500.000,- per Minggu dari Lomo.

Keseluruhan jumlah sabu seberat 101, 92 gram (netto) dan ekstasi seberat 50,32 gram (neto), dijadikan barang bukti dalam persidangan. Dan benar mengandung MDMA dan metamfetamina dan dinyatakan dimusnahkan.

Didampingi pengacara Dame Jonggi dan Keysita Tobing dari Posbakum PN Pematangsiantar, terdakwa secara lisan memohon kepada hakim agar hukumannya diringankan. Dengan alasan sudah berkeluarga dan menyesali perbuatannya.

Ketua majelis hakim, Danar Dono SH, didampingi dua hakim anggota, Hendrik Harahap dan Simon CP Sitorus, menunda persidangan hingga Rabu mendatang untuk pembacaan vonis.

Penulis: ay. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan