HETANEWS.COM

Sopir Angkot ‘Penabrak’ Personil Satlantas Ternyata Mantan Residivis Kasus Cabul

Pantun Aritonang, Mandor dan pemilik angkot saat minta maaf di Polres Siantar.

Siantar, hetanews.com - Sopir angkot KPB, Pantun Aritonang (44), ternyata mantan resedivis kasus cabul. Beberapa hari ini, Pantun pun jadi ‘terkenal’ karena melanggar salah seorang personil Satlantas Polres Siantar dan videonya pun viral, Selasa (15/9/2020), lalu.  

"Informasi sama kita, dia ngaku sendiri mantan residivis. Parahnya lagi, dia mengaku sendiri mencabuli cucunya sendiri, kan sudah lari pemikirannya,"papar Kasat Lantas Polres Siantar, AKP Muhammad Hasan, sata dikonfirmasi wartawan, Rabu (16/9/2020).

Lanjut Kasat, pihaknya telah menerima permintaan maaf dari Pantun Aritonang, dengan membuat video klarifikasi.

"Mandor dan pemilik angkot, datangi kita dan sudah meminta maaf, ya kita maafkan. Hanya saja, angkot tetap kita tindak dan kita berikan tilang," ujarnya.

Diketahui, Pantun Aritonang pernah mencabuli 5 putri kandungnya yang masih belia. Kasusnya memang sudah terbilang lama, berlangsung pada 2007 hingga Februari 2012 lalu.

Senin (6/8/2012) lalu, Pantun baru bisa ditangkap setelah melarikan diri ke Sibolga. Dimana Pantun Aritonang, dilaporkan istrinya, Herawati br Sidabutar (38). Pantun yang selama ini dijuluki ayah biadab, di pemukimannya, dibekuk saat mengemudi bus penumpang CAS jurusan Tigaras.

Video viral saat polisi Siantar gantung diseret angkot.

Dari hasil interogasi, ayah biadab itu tetap membantah tuduhan pencabulan terhadap kelima putrinya yang kala itu masih berusia, 13 tahun, 11 tahun, 10 tahun, 7 tahun dan 4 tahun.

Begitupun, Kanit PPA, Aiptu Malon S, menegaskan hasil visum para korban. Pantun pun terdiam, lalu sibuk mengutak atik HP-nya untuk memanggil sang istri, seraya membawa putri dan keponakan.

"Perbuatan bejat tersangka sudah lama diketahui istrinya (Herawati-red). Karena terus mendapat ancaman dari tersangka, dia jadi mengurungkan niatnya membeberkan perbuatan bejat suaminya itu," ungkap Malon yang akhirnya tersangka ditangkap.

Menanggapi hal itu, Rabu (16/9/2020), Humas Kalapas Siantar Klas llA, Herianto Sitanggang, membenarkan kalau Pantun Aritonang mantan residivis.

Baca juga: Viral Polisi Siantar Gantung Diseret Angkot, Ini Penjelasan Kasatlantas

"Benar, dia residivis kasus pencabulan. Dia bebasnya dari Lapas Klas 1 Kota Medan. Dulu kami kirim kesana,  pada 14 April 2013. Dia dipenjara 12 tahun dan bebas bersyarat dari Lapas Medan," jawabnya mengakui.

Penulis: leo. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!