HETANEWS.COM

Sensus Penduduk Kabupaten Simalungun di Masa Pandemi

Oleh: Nanda Arveny Ginting 

Sensus penduduk merupakan kegiatan pendataaan yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Sensus Penduduk 2020 (SP2020) ini merupakan sensus penduduk yang ke-7 yang dilaksanakan oleh BPS. Salah satu tujuan SP2020 adalah menyediakan data jumlah, komposisi, distribusi, dan karakteristik penduduk Indonesia menuju Satu Data Kependudukan Indonesia.

“Sensus kali ini juga bertujuan untuk menyatukan data penduduk. Kelak data penduduk hanya satu”, jelas Kepala BPS Kabupaten Simalungun. Satu Data Kependudukan diupayakan dengan menggunakan data administrasi kependudukan dari Ditjen Dukcapil sebagai basis data dasar yang kemudian dilengkapi pada pelaksanaan SP2020. Upaya ini menjadi langkah penting pewujudan Satu Data Kependudukan Indonesia. Mengingat selama ini data di BPS dan Dukcapil berbeda, karena perbedaan dalam menentukan konsep "penduduk".

SP2020 dilaksanakan dengan 2 metode yaitu Sensus Penduduk Online (SP Online) dan Sensus Penduduk Wawancara (SP Wawancara). Metode SP Online merupakan metode sensus penduduk secara online yang pertama kalinya dilaksanakan di Indonesia. SP Online telah dilaksanakan pada tanggal 15 Februari 2020 sampai 31 Maret 2020, namun karena situasi pandemi akhirnya diperpanjang hingga tanggal 29 Mei 2020 lalu.

Melalui SP Online ini, masyarakat yang gemar menggunakan gadget, punya akses internet, dan atau yang sehari-hari sibuk bekerja, diajak untuk mencatatkan diri secara mandiri di website sensus.bps.go.id selama SP Online diselenggarakan. Sedangkan masayarakat yang tidak punya akses internet atau tidak sempat mengikuti SP Online akan dicatat pada saat pelaksanaan SP Wawancara pada bulan September 2020.

Bupati Kabupaten Simalungun, Dr. JR. Saragih, SH, MM sendiri telah datang ke kantor BPS Kabupaten Simalungun untuk melakukan pengisian SP Online, pada Selasa, 10 Maret 2020 lalu. Ini merupakan bentuk partisipasi dan dukungan pemerintah Kabupaten Simalungun demi kelancaran pelaksanaan SP2020. Dari data hasil SP Online, terdapat sebanyak 92.642 penduduk Kabupaten Simalungun yang telah berpartisipasi secara mandiri dalam SP Online. Ini artinya sekitar 10,63 persen penduduk di Kabupaten Simalungun telah tercatat.

Pada bulan September ini dilaksanakan metode SP Wawancara dan untuk Kabupaten Simalungun dijadwalkan berjalan mulai tanggal 7 September 2020 sampai 25 September 2020 nanti. Para petugas sensus dari BPS Kabupaten Simalungun akan mendatangi rumah masyarakat satu per satu untuk melakukan pencatatan penduduk. Petugas sensus ini telah terpilih setelah melalui serangkaian tes baik kompetensi maupun kesehatan.

Seluruh petugas sensus telah melakukan rapid test dan hasilnya non reaktif. Mereka juga sudah dibekali dengan tata cara menjaga protokol kesehatan selama melakukan pendataan penduduk serta diberikan alat pelindung diri seperti masker, sarung tangan, hand sanitizer dan face shield. Oleh karenanya, masyarakat diimbau untuk menerima kedatangan petugas sensus serta memberikan jawaban dengan benar dan jujur.

Metode SP Wawancara pada masa pandemi ini sedikit berbeda dengan kegiatan pendataan BPS sebelumnya karena keterbatasan waktu dan interaksi antara petugas sensus dengan masyarakat demi tetap menjaga protokol kesehatan. Jika pada pendataaan BPS selama ini yang melakukan wawancara dan mengisi kuesioner adalah petugas, maka pada SP Wawancara ini petugas sensus akan memberikan sebuah kuesioner yang disebut dengan SP2020-C1 dan wajib diisi oleh masyarakat sendiri, terlebih bagi masyarakat yang belum mengikuti SP Online pada 15 Februari − 29 Mei 2020. Sementara bagi masyarakat yang sudah berpartisipasi pada SP Online, tidak perlu mengisi SP2020-C1. Kuesioner SP2020-C1 yang telah selesai diisi oleh masyarakat kemudian nanti akan diambil kembali oleh petugas sensus.

Pada SP Wawancara ini selain petugas sensus juga telah dibentuk tim Task Force yang fungsinya melakukan pendataan di tempat-tempat khusus seperti pesantren, rumah tahanan, panti asuhan, panti jompo dan barak militer. Pada tanggal 15 September 2020 lalu tim Task Force telah melakukan pendataan Sensus Night, dimana tim ini dibagi lagi menjadi beberapa tim dan melakukan penelusuran di seluruh wilayah Kabupaten Simalungun pada pukul 21.00 WIB hingga 06.00 WIB hari berikutnya, untuk mencatat penduduk tuna wisma dan berada di wilayah Kabupaten Simalungun. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh penduduk di Kabupaten Simalungun tercatat dan tidak ada yang terlewat.

Sensus penduduk selain wajib, juga penting bagi seluruh lapisan masyarakat. Sensus penduduk 2020 dilaksanakan untuk mendapatkan jumlah dan karakteristik penduduk sesuai dengan domisili di mana biasa mereka tinggal. Hal itu akan membantu pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam menyusun program-program kependudukan dan sosial, antara lain dalam bidang transportasi, komunikasi, tata ruang dan lingkungan perumahan, pendidikan, kesehatan, sosial, dan budaya. Oleh karena itu mari kita bersama-sama berpartisipasi dalam menyukseskan Sensus Penduduk 2020, karena data Anda bermanfaat untuk perencanaan masa depan bangsa.

(*)

Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!