HETANEWS.COM

Soal Memilih Kotak Kosong atau Calon Tunggal, Ini Kata Shohibul Ansor Siregar

Shohibul Ansor Siregar.

Siantar, hetanews.com - Gerakan menangkan kotak kosong semakin masif terdengar, pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, yang digelar 9 Desember 2020 mendatang.

Dan Kota Pematangsiantar merupakan salah satu dari 27 daerah yang akan bertanding melawan kotak kosong.

Ajakan memilih kotak kosong, menjadi bentuk ‘perlawanan’ kepada partai politik yang dianggap tak demokratis.

Seperti diketahui, Asner Silalahi yang berpasangan dengan dr Susanti Dewayani, sebagai pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Siantar, diusung delapan parpol yang menduduki 30 kursi di DPRD.

Keduanya tinggal menunggu penetapan menjadi pasangan calon tunggal, di Pilkada Siantar, usai KPU menutup massa perpanjangan pendaftaran calon, pada 14 September 2020.

"Kotak kosong (KK) itu adalah tragedi buruk demokrasi. Dengan fenomena KK itu, sesungguhnya fungsi pilkada sebagai proses seleksi menjadi terudakasi tajam. Dan pada dasarnya, itu bukan pemilihan figur, melainkan boleh disebut sebagai fakta tidak ada pilihan belaka," ujar Shohibul Ansor Siregar, Selasa (15/9/2020).

Dengan begitu, lanjut Sosiolog FISIP UMSU ini, otomatis aspek fungsi sirkulasi dalam demokrasi terudakasi semakin tajam.

Dimana akar masalah ini ada pada legal frame work kepemiluan yang memupuk karakter oligarki politik, kata Shohibul.

"Kita ketahui bukan rakyat daerah yang menentukan kadidat bakal calon daerah. Akan tetapi, ada dua cara yang berlaku dalam menetapkan bakal calon oleh pemimpin pusat yaitu faktor kedekatan dan juga faktor transaksi," terangnya.

Oleh sebab itu nyaris tidak ada pelajaran penting demokrasi dari Pilkada langsung ini dan agendanya secara konsisten lebih memihak kepada para pemodal, katanya.

"Disinilah adanya unsur kisah di daerah tertentu yang membuat rakyat tersinggung dan mampu memenangkan kotak kosong. Akibatnya kepemimpinan daerah menjadi kosong hingga tiba pilkada berikut," ujarnya.

Saat disinggung hetanews dengan hanya calon tunggal, apa saran kepada masyarakat Siantar atau kepada para partai politik?

"Kita ada kebebasan untuk mendukung calon tunggal atau kotak kosong. Silahkan ekspresikan keinginan itu sebesas-bebasnya dan tak seorang pun yang boleh halangi itu dengan cara apa pun," ujarnya.

Bagi organisasi sosial masyarakat dan kalangan masyarakat sipil di daerah, hal ini dapat dijadikan pelajaran penting agar ke depan, mereka bersedia memberi intervensi kepada kekuatan formal politik, ajak Shohibul.

"Jika nanti kotak lah yang menang, mereka akan semakin memiliki kewajiban berpartisipasi untuk mengawal pemerintahan dengan kritisisme yang konstruktif," tutupnya.

Penulis: leo. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!