HETANEWS.COM

Tuntutan Jaksa Terlalu Ringan, Miskun Divonis Naik Jadi 5 Tahun Penjara

Terdakwa Miskun disidangkan online dan dikawal petugas Helmy Telaumbanua SH. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Menurut majelis hakim, pimpinan Hendrawan Nainggolan SH, tuntutan jaksa terlalu ringan, sehingga terdakwa Miskun (55), warga Huta Bukit Bayu, Nagori Bah Joga, Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, divonis naik jadi 5 tahun penjara, denda Rp900 juta, subsider 6 bulan penjara. Vonis tersebut, diucapkan Hendrawan, disidang online PN Simalungun, Selasa (15/9/2020).

Sebelumnya, jaksa Barry Sugiarto Sihombing SH, menuntut pidana penjara selama 4,6 tahun, denda Rp800 juta, subsider 6 bulan penjara.
Dan terdakwa juga telah menyampaikan permohonannya agar hukumannya diperingan. "Saya mohon ringankan hukuman saya pak hakim," kata terdakwa, disidang Minggu lalu.

Spontan ketua majelis hakim mengatakan "mau diringankan apalagi, sudah ringan kali itu tuntutan jaksa,"kata Hendrawan Nainggolan SH.

Maka hakim pun berpendapat lain menjatuhkan pidana lebih tinggi dari tuntutan jaksa.

Terdakwa Miskun, dinyatakan bersalah melanggar pasal 112 (1) UU RI No.35/2009 tentang tanpa hak atau melawan hukum memiliki narkotika golongan I bukan tanaman. Terdakwa ditangkap Satres Narkoba Polres Simalungun, Andi Nainggolan, Efraim Purba dan A Tampubolon, pada Rabu, 15 April 2020, di dalam gubuk Kampung Korem Jawa Maraja.

Siang itu, terdakwa mendatangi gubuk untuk membeli sabu dari Poltak, seharga Rp100 ribu. Usai memberikan sabu kepada terdakwa, Poltak permisi sebentar keluar dari gubuk dan seketika itu terdakwa ditangkap polisi.

Petugas menyita sepaket sabu dalam kotak rokok magnum blue yang sempat dibuang terdakwa Miskun. Kepada petugas, terdakwa mengakui jika sabu tersebut adalah miliknya yang dibeli dari Poltak. Sedangkan pipet, bong dari botol aqua dan kaca pirex yang disita dari dalam gubuk, diakui terdakwa milik Poltak.

Atas vonis tersebut tesebut, terdakwa didampingi pengacara, Sintong Sihombing dari Posbakum PN Simalungun dan juga jaksa diberi waktu selama 7 hari untuk pikir-pikir, menerima ataupun menyatakan banding.

Penulis: ay. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan