HETANEWS.COM

KPU Tetapkan Paslon Pilkada 23 September, Kampanye Berlangsung 71 Hari

Warga menunjukkan contoh surat suara saat simulasi pemungutan suara pemilihan serentak 2020 di Jakarta.

Jakarta, hetanews.com - Pilkada Serentak 2020 akan berlangsung kurang dari 3 bulan lagi. Usai penutupan masa pendaftaran bakal paslon, termasuk masa perpanjangan yang berakhir 13 September kemarin, KPU berencana mengumumkan paslon yang resmi maju pada 23 September mendatang.

Tidak hanya mengumumkan paslon, di hari yang sama, KPU juga langsung akan menggelar pengundian nomor urut.

"Mengenai tahapan yang sedang berjalan saat ini adalah, selain proses data pemilih, adalah pendaftaran bakal paslon yang berlanjut sampai penetapan sesuai tahapan adalah pada 23 September. Dan dilanjutkan dengan pengundian dan pengumuman nomor urut," ujar Komisioner KPU I Dewa Raka Sandi dalam pemaparannya secara virtual, Selasa (15/9).

Selepas diumumkan secara resmi, KPU juga menyatakan masa kampanye Pilkada 2020 akan dimulai per 26 September hingga 5 Desember 2020. Masa kampanye akan digelar selama 71 hari.

KPU Tetapkan Paslon Pilkada 23 September, Kampanye Berlangsung 71 Hari (1)
I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi

"Kita akan memasuki masa kampanye pada 26 September-5 Desember 2020 selama 71 hari, yang kemudian pemungutan suaranya (dilakukan pada) 9 Desember 2020. Saya kira itu tahapan inti pilkada," jelas Raka.

Satu hal yang jadi wajib dilaksanakan oleh semua paslon adalah protokol kesehatan. KPU menyoroti banyaknya pelanggaran protokol corona oleh tim paslon saat masa pendaftaran dua pekan lalu.

Raka menyebut setidaknya 243 bakal paslon dinilai melanggar protokol kesehatan, mulai dari menimbulkan kerumunan dan tak patuh aturan jaga jarak.

KPU Tetapkan Paslon Pilkada 23 September, Kampanye Berlangsung 71 Hari (2)
Petugas KPPS menunjukkan contoh surat suara saat simulasi pemungutan suara pemilihan serentak 2020 di Jakarta.

"Ada sejumlah hal yang bisa dievaluasi, ada pengabaian protokol kesehatan di pendaftaran di sejumlah daerah. Bawaslu sudah merilis data, totalnya 243 paslon yang melanggar aturan protokol kesehatan. Ini mungkin belum masuk aturan kampanye terkait dugaan pelanggaran protokol kesehatan di masa pendaftaran," jelas Raka.

Ia menegaskan KPU akan terus mengevaluasi aturan penerapan protokol kesehatan selama masa kampanye hingga pemungutan suara dilakukan nanti. Sehingga, diharapkan dapat mengurangi kekhawatiran pemilih akan penularan virus corona di wilayahnya masing-masing.

"Isu yang muncul kekhawatiran terhadap klaster baru dan belum ada tindakan tegas. Ini mungkin yang bisa kita kaji agar tidak menyalahi aturan yang ada. Dan di sisi lain, pilkada ini berjalan baik, tidak ada kerumunan, dan tetap demokratis," tutur Raka.

"Kami berharap, melalui evaluasi ini, KPU mendapat masukan dan kami akan berkoordinasi dengan Bawaslu, pemerintah, Satgas, dan dengan kepolisian. Mudah-mudahan aturan yang sudah disiapkan, bisa dilaksanakan dengan baik. Jika ada hal yang melanggar, bisa diambil langkah sesuai aturan yang berlaku," tutup dia.

Sumber: kumparan.com 

Editor: suci.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!