Simalungun, hetanews.com - Hujan deras terjadi di sekitaran Kota Wisata Danau Toba Parapat, Kabupaten Simalungun, Senin (14/9/2020) sore tadi.

Jalan lintas Parapat, tepatnya di Sualan, Nagori Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, kembali longsor.

Tidak hanya itu, jalan menuju Pelabuhan Tigaraja, Kelurahan Tigaraja, juga banjir. Terlihat dari video siaran langsung akun Facebook Swisna Sihaloho. Tampak, banjir menggenangi jalan menuju pelabuhan dan terlihat satu kapal motor penumpang.

Roy Sirait, warga Tigaraja mengatakan, bahwa banjir juga menggenangi jalan di Ajibata, Kabupaten Toba, di depan Pelabuhan Ihan Batak. Ia menilai, hal ini karena drainase yang tidak berfungsi dengan baik.

"Jadi air hujan yang turun langsung terjun ke arah pelabuhan. Ajibata juga gitu depan (pelabuhan) Ihan Batak. Jalan mulus, tapi begitu hujan, tergenang alias banjir. Jadi di depan pelabuhan itu kalau hujan, langsung ngalir ke pelabuhan karena sistem drainase di sekitar pelabuhan itu sangat buruk," tutur Roy saat dihubungi hetanews, Senin malam.

Ia berharap kepada pemerintah, sebagai salah satu pelabuhan, di kawasan strategis pariwisata nasional Danau Toba, sebaiknya drainase, di seputaran pelabuhan juga harus diperbaiki atau diperbesar kapasitasnya.

"Karena setiap hujan, deras drainase di sekitar pelabuhan tidak dapat menampung debit air, sehingga air yang tidak tertampung langsung mengalir ke pelabuhan dan ditakutkan akan merusak bangunan pelabuhan," lanjut pria yang membuka warung kopi, di dekat Pelabuhan Tigaraja ini.

Ia juga menyoroti pembangunan drainase yang malah dilakukan, di titik - titik yang minim kasus genangan air saat hujan deras turun. Di sekitar pelabuhan, katanya, drainase ditutup dengan beton atasnya. Jadi hal ini membuat minim air yang jatuh ke drainase.

Selain masalah banjir di pelabuhan, ia juga melihat terjadinya kembali longsor, di jalan lintas Parapat. Menurutnya, seharusnya pemerintah fokus mencari penyebab sering terjadinya bencana tersebut. Bukan hanya fokus di pembersihan areal yang tertutup areal longsor setiap longsor terjadi.

"Apalagi ini musim penghujan. Agar setiap pelintas merasa aman dan nyaman melalui kota Parapat. Terjadinya lagi longsor di titik yang sama, menandakan belum adanya solusi untuk mengurangi kemungkinan longsor di titik itu," tutup Roy.