HETANEWS.COM

Ada Bazar di Masa Pandemi Covid – 19, Ini Kritik Pedas Boy Warongan

Anggota DPRD Siantar, Boy Iskandar Warongan.

Sintar, hetanews.com - Kota Siantar masih zona merah dan jumlah pasien positif Covid – 19  terus bertambah. Terakhir, Puskesmas Raya terpaksa dilockdown karena beberapa pegawai positif corona.

Dari berbagai organisasi, masyarakat dan bahkan pihak Polres Siantar, selalu menghimbau masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan.

Termasuk Pemerintah Kota (Pemko) Siantar, juga sudah menerbitkan Perwa No 19 tahun 2020 tentang pencegahan dan penanganan Covid-19.

Namun, fata yang ada pada saat Polres Pematangsiantar, Jumat (11/9/2020), lalu, membagikan 1500 masker kepada masyarakat Siantar dan tidak hentinya menghimbau agar selalu menggunakan masker dan menghindari keramaian.

Apa yang dilakukan Polres Siantar, berbanding terbalik dengan yang dilakukan Pemko Pematangsiantar.

Boro-boro melakukan sosialisasi terkait Perwa yang diterbitkan, sekitar dua bulan yang lalu. Justru, pada Jumat (11/9/2020) lalu, Pemko Siantar, mengijinkan bazar, di depan balai kota, tepatnya di parkiran Pariwisata yang dapat memancing kerumunan masyarakat.

Tampak di lokasi parkiran Dinas Pariwisata Siantar, tepatnya di depan kantor balai kota Pematangsiantar, berdiri dengan kokoh puluhan stan bazar, Jumat (11/9/2020). (foto/leo)

Hal itu ditanggapi Anggota DPRD Siantar, Boy Iskandar Warongan.

Katanya, sudah dua bulan Wali Kota Siantar, menerbitkan Perwa, tapi sampai sekarang, belum terlaksana. Jadi ngapainlah dikeluarkan Perwa itu tapi pelaksanaan tidak ada, kritiknya.

Baca juga: Polres Siantar Bagikan 1500 Masker, Fokus di Pasar Horas dan Parluasan

Baca juga: Status Siantar Zona Merah, Puluhan Stan Bazar Malah Berdiri dengan Kokoh

“Tetapnya boleh orang-orang berkumpul, antisipasi dari gugus tugas itu juga tidak kelihatan. Bahkan, bansos untuk masyarakat tertunggak sampai tiga bulan. Sebenarnya, apa yang ingin dilakukan Wali Kota kita ini? Dia membuat terlalu banyak aturan akan tetapi aturan-aturan itu tidak dilaksanakan,”ujarnya.

Masih kata Wakil Ketua Komisi I DPRD Siantar ini, “malulah kepada Rumah Sakit Tentara, dimana lebih banyak daya tampung pasien di sana daripada di RSUD. Sebenarnya, malu kita ini, salah satu contohnya member kita dari Pemko, justru dirawat di RS Tentara, bukan dirawat di RSUD. Padahal sebenarnya, lebih besar kapasitas RSUD,”ujarnya lagi.

Kalau tidak siap jadi pejabat, mending mundur saja, kalau semua kepala dinas itu selalu melempar tanggungjawab, silakan mundur ngapain jadi pejabat, tegas Boy.

“Untuk Kadis-kadis yang tidak punya rasa tanggungjawab dan tidak tau tupoksi kerjanya, lebih bagus mundur saja, supaya tidak menambah parah situasi Covid-19 di Siantar. Kita dari Komisi I akan panggil mereka untuk RDP. Kalau tidak, kita langsung ke kantor-kantor dinas,” tutupnya.

Penulis: leonardo. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan