HETANEWS.COM

Pedagang Souvenir Parapat Dipindahkan ke Areal Becek dan Berlumpur

Kavlingan untuk relokasi pedagang di Open Stage Parapat (Dokumentasi Roy Sirait)

Simalungun, hetanews.com - Karena ada pembangunan wisata Danau Toba, di sekitaran Parapat, Kabupaten Simalungun, pedagang di sepanjang trotoar, Jalan Pora - Pora, Kelurahan Tigaraja, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, harus tergusur.

Untuk lapak sementara, pedagang yang didominasi souvenir dan rumah makan ini, dipindahkan ke Open Stage Pagoda. Namun, lokasi ini dianggap tidak cocok dan tidak memadai karena akan menimbulkan berbagai masalah bagi para pedagang.

Seperti dikatakan Tokoh Pemuda Tigaraja, Roy Sirait, yang telah bercengkerama dan menanyakan keluhan keluhan dari para pedagang. Bahkan Roy, juga menuliskan isi keluhan dan hasil amatannnya di media sosial miliknya.

"Bisa dilihat dari dokumentasi saya pagi ini, setelah kota Parapat diguyur hujan areal bakal relokasi tampak becek dan berlumpur di beberapa titik," tuturnya saat dihubungi hetanews, Sabtu (12/9/2020) siang tadi.

Selain rawan becek dan berlumpur bila hujan mengguyur Parapat, kontur tanah yang miring juga jadi salah satu yang dikhawatirkan oleh para pedagang souvenir yang akan menempati areal rumput ini.

"Selain harap-harap cemas terhadap kondisi areal relokasi yang rawan becek dan berlumpur, mereka juga mengkhawatirkan 'kesediaan' tamu menuruni tangga ke areal relokasi untuk berbelanja," lanjut Roy.

Menurutnya, pada dasarnya para pedagang tidak menolak pembangunan, tapi para pedagang sangat berharap setelah pembangunan drainase dan trotoar, para pedagang bisa kembali ke lokasi mereka, mencari nafkah seperti sebelum pembangunan berlangsung.

Dan mereka juga berharap dalam pembagian 'kavling relokasi' dilakukan secara terbuka dan jujur. Pembangunan yang tanpa mencekik.

Berdasarkan amatan Roy, ada ratusan pedagang yang akan direlokasi. Ia melihat ada tulisan angka 108, di kavling relokasi. Ia memang memperkirakan, lokasi relokasi itu bisa menampung ratusan untuk tempat pedagang berjualan.

"Jangan ada request karena di area sebelumnya kiosnya agak besar, dia minta 2-3 kios untuk dia buat jadi 1 kios. Harus adil lah sama - sama dapat 1 kios kavling. Kalau tidak terbuka dan adil, yang ada nantinya saling klaim yang ditakutkan menimbulkan permasalahan baru," ujar Roy.

Penulis: ndo. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan