HETANEWS.COM

Kumpul di Masjid Raya Medan, Warga Minang Teken Spanduk Tuntut Puan Minta Maaf

Tokoh Minang di Medan tuntut Puan Maharani minta maaf. (Datuk Haris/detikcom)

Medan, hetanews.com - Sejumlah warga Minang di Medan berkumpul di Masjid Raya Al Mashun. Mereka menandatangani spanduk menuntut Ketua DPP PDIP Puan Maharani meminta maaf atas pernyataan 'semoga Sumbar jadi pendukung negara Pancasila'.

Pantauan detikcom, aksi tersebut dilakukan sejumlah warga Minang tepat di depan Masjid Raya Al Mashun, Medan, Jumat (11/9/2020). Mereka secara bergantian menandatangani spanduk putih. Kemudian, mereka memegangnya ke hadapan masyarakat.

Dalam spanduk itu juga tertulis agar Puan Maharani turun dari jabatannya sebagai Ketua DPR RI dan meminta maaf kepada masyarakat Sumbar.

"Kalau memang dia tergelincir, sudah sewajarnya dia minta maaf. Tapi kalau memang dia sengaja, kita tidak perlu maaf dari dia. Tidak perlu kami maaf dari dia. Cukup kami nanti yang akan membuat perhitungan sama dia," kata Tokoh Minang di Medan, Azwir kepada wartawan.

Azwir mengaku bakal menyatukan umat Islam di Medan. Mereka tidak akan mendoakan pemimpin yang zalim.

"Saya akan satukan seluruh umat islam untuk berdoa, sampai hari ini biar kalian tau umat islam tidak akan mendoakan raja-raja yang zalim di negeri ini. Kami masih bisa minta sama Allah tunjuki mereka, kalau sudah diminta oleh umat islam raja-raja yang zalim itu harus dihancurkan, apa yang terjadi," sebut Azwir.

"Sadarlah kalian wahai pemimpin, kualat kalian nanti sama Allah SWT kami justru melakukan ini tidak mau berhadapan dengan Allah karena kalau kami tidak melakukan amar makrup nahi mungkar kami akan berhadapan dengan Allah," imbuhnya.

Hal yang sama disampaikan tokoh Minang lainnya, Jufri Radani. Dia meminta agar urusan politik tidak dicampuradukkan dengan masalah agama.

"Dengan kebesaran hati, kita tidak mau ya. Kalau mungkin Puan Maharani itu salah ucap salah kata ya, kita takutnya endeng-endeng di balik ini, jangan campurkan dengan yang lain begitu kalau masalah politik mereka, politik merekalah tapi jangan yang lain diganggu gugat masalah agama, masalah nggak ini segala macam jangan. Orang Padang punya prinsip," ujar Jufri.

Seperti diketahui, pernyataan Puan Maharani saat mengumumkan jagoan PDIP di Pilkada Sumbar menuai kontroversi. Ia menyelipkan harapan agar Sumbar menjadi provinsi yang mendukung negara Pancasila.

"Rekomendasi diberikan kepada Insinyur Mulyadi dan Drs H Ali Mukhni. Merdeka!" kata Puan, Rabu (2/9).

"Semoga Sumatera Barat menjadi provinsi yang memang mendukung negara Pancasila," imbuhnya.

Setelah itu, politikus PDIP Zuhairi Misrawi menjelaskan lebih jauh soal maksud Puan Maharani yang mengatakan 'semoga Sumbar jadi pendukung negara Pancasila'. Zuhairi atau yang akrab dipanggil Gus Mis menilai Sumbar berubah total semenjak 10 tahun dipimpin PKS.

"Apa yang disampaikan Mbak Puan lebih dalam perspektif kekinian sekaligus harapan agar Pancasila benar-benar membumi dalam laku keseharian dan kehidupan berbangsa kita. Sebab, Provinsi Sumatera Barat setelah 10 tahun dipimpin PKS memang berubah total. Banyak kader PKS yang memprovokasi masyarakat untuk menolak kepemimpinan Pak Jokowi. Padahal Presiden Jokowi adalah Presiden Indonesia yang menaruh perhatian besar terhadap kemajuan Sumatera Barat," ujar Gus Mis kepada wartawan, Kamis (3/9).

"Saya kira PSBB lebih tepat untuk kendalikan COVID di Jakarta dengan catatan didukung pengusaha dan semua warga untuk disiplin pribadi dalam 1 bulan ke depan InsyaAllah akan lebih baik," tuturnya.

Atas polemik ini, Mulyadi-Ali Mukhni memutuskan mengembalikan dukungan kepada PDIP. Akhirnya, PDIP tak ikut dalam kontestasi Pilkada Sumbar 2020.

sumber: detik.com

Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan