HETANEWS.COM

Status Siantar Zona Merah, Puluhan Stan Bazar Malah Berdiri dengan Kokoh

Tampak di lokasi parkiran Dinas Pariwisata Siantar, tepatnya di depan kantor balai kota Pematangsiantar, berdiri dengan kokoh puluhan stan bazar, Jumat (11/9/2020). (foto/leo)

Siantar, hetanews.com - Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar melalui Wali Kota Pematangsiantar yang membuat peraturan, dan mereka juga yang melanggar aturan yang dibuat.

Peraturan yang dimaksud yaitu Peraturan Wali Kota (Perwa) No 19 Tahun 2020 tentang Pencegahan dan Penanganan Covid – 19 yang umurnya sudah dua bulan lebih.

Perwa itu tampaknya tak berjalan dan juga minimnya  sosialisasi pencegahan Covid-19 di Siantar yang masih berstatus zona merah.

Dan pada hari ini, Jumat (11/9/2020), tampak di lokasi parkiran Dinas Pariwisata, tepatnya di depan kantor balai kota Pematangsiantar, berdiri dengan kokoh puluhan stan bazar.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Siantar, Daniel Siregar saat dikonfirmasi hetanews, mengaku tidak mengetahui kalau ada puluhan stan yang berdiri, di parkiran pariwisata tersebut.

"Emang ada ia? Saya tidak mengetahui kenapa sampai bisa berdiri stan, di parkiran pariwisata. Cobalah tanya kepada sekretaris gugus, pak Midian Sianturi," ujarnya.

Terpisah, Midian Sianturi saat dikonfirmasi hetanews, membenarkan kalau stan tersebut memiliki ijin.

"Kita sudah rapatkan kemarin itu, ada batasan-batasan dan protokol kesehatan harus dijalankan dan komitmen itu sudah ditandatangani mereka. Kalau nantinya mereka tidak mematuhi protokol kesehatan akan kita tertibkan. Kalau ijinnya itukan rekomendasi dari Dinas Pariwisata, demi pengembangan ekonomi UMKM,"ujarnya sembari mengatakan, nanti dilihat komitmen mereka.

Kepala Dinas Pariwisata, Kusdianto saat dikonfirmasi, membenarkan ada ijin. Di dalam permohonan ijin, itu ada beberapa SOP yang harus dijalankan, katanya.

"Kita Dinas Pariwisata (Dispar) sudah melakukan tatap muka dengan pemohon untuk membicarakan beberapa aturan yang harus dipatuhi seperti protokol kesehatan," ujarnya.

Masih kata Kusdianto, kalau pemohon siap melaksanakan aturan yang diberikan. Pemohon juga membayarkan retribusi ke Bank Sumut dan satu kwitansi bersama rekomendasi Dispar, dilampirkan ke Dinas Perijinan untuk mengurus ijin pemakaian.

"Untuk itu kita dan instansi terkait dan juga tim gugus melakukan rapat. Kesimpulan rapat tersebut, kegiatan boleh dilaksanakan dengan aturan protokol kesehatan. Waktunya, jam 16.00 WIB - 21.00 WIB," ujarnya.

Masih dengan Kusdianto, kalau pemberian ijin bukan dari Dispar akan tetapi hanya memberikan rekomendasi.

"Kita hanya memberikan rekomendasi dengan pertimbangan-pertimbangan. Seperti lapangan TIC ada target beban PAD, karena kegiatan di atas salah satu pendapatan sesuai Perwa. Juga presiden telah menguatkan perekonomian rakyat.

Juga presiden telah menguatkan perekonomian rakyat," ujarnya.

Kegiatan itukan merupakan sosialisasi kuliner dan UMKM. Lalu kepanitiaan juga membuat kepedulian kepada korban Gunung Sinabung, katanya lagi.

"Jadi pertimbangan inilah membuat Dispar memberikan rekomendasi," tutupnya.

Penulis: leonardo. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan