HETANEWS.COM

Cerita 2 ABG Merantau ke Siantar, Kerja Jaga Paket, Dipecat Tapi Tak Digaji

Cristina dan Gesti saat ditemui di Warkop Hitam Putih. (foto/ndo)

Siantar, hetanews.com - Berangkat dari kampung halaman, di Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), 2 orang perempuan masih ABG, merantau ke Kota Siantar untuk mencari kerja, demi membantu orang tuanya.

Gesti Ayu Putri Lase (19) dan Cristina Sari Barasa (19), berangkat dari kampung halamannya, pada Kamis (13/8/2020), lalu dan tiba esoknya, di Kota Siantar. Gesti bahkan cerita, untuk merantau ini, orang tuanya sampai gadaikan sepeda motornya.

Mereka berdua, langsung mencari informasi pekerjaan, di media sosial Facebook. Mereka berdua pun tertarik atas lowongan kerja, sebagai penjaga kartu paket internet. Mereka datang ke Kedai Pulsa, di Jalan Mujahir, Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Siantar Timur.

Besoknya, tanggal 15 sampai tanggal 17, mereka training. Untuk jaminan, fotocopy Kartu Keluarga mereka ditahan. Karena sebelumnya, sudah berpengalaman jaga paket, Gesti kemudian diperbolehkan langsung kerja.

Sedangkan Cristina, menjalani sehari perpanjangan training dan langsung kerja. Gesti kerja jaga paket, di Jalan Melanthon Siregar, simpang Jalan Nias, mulai jam 8 pagi sampai jam 4 sore. Dan Cristina, kerja mulai jam 10 pagi sampai jam 6 sore.

Mereka dijanjikan gaji Rp700 Ribu selama satu bulan. "Kalau yang kerja pagi, targetnya 25 kartu harus laku. Kalau yang malam, targetnya 45 kartu. Kalau lebih target, ada bonusnya Rp10 ribu. Makan kami gak ditanggung, ongkos kami juga gak ditanggung," cerita Gesti dan Cristina, saat ditemui di Warung Kopi, Jalan MH Sitorus, Kamis (10/9/2020).

Kerja berjalan sekitar 3 minggu, tepatnya hari Rabu (9/9/2020), sekitar pukul 09.30 WIB, tiba - tiba saja Gesti merasa sakit, sehingga belum bisa bekerja. Mereka saat itu sedang di rumah kontrakan mereka, di Jalan Rakutta Sembiring, Gang Kenali. Mereka pun melapor ke bos tempat kerja mereka. Namun, bos itu menuduh mereka mengada - ada.

Akhirnya, mereka ke Puskesmas Singosari untuk mendapat keterangan dari medis. Dalam surat keterangan medis itu, Gesti menderita sakit asam lambung. Tetapi bos mereka tetap gak percaya.

"Dibilang kami main - main, padahal betulan sakit. Jadi kami datangi lah tempat bos kami itu. Di sana, kami dipecat, gaji selama kami kerja gak dibayar. Makan pun ini, makan gak makan," tutur Cristina sambil menangis.

"Aku kerja ini untuk bantu bantu mamak bayar SPP adekku yang masih sekolah. Sekolah di SMK Teladan Siantar. Minimal bisalah ku bayar SPP adekku dari kerja ini. Tapi kek gini akhirnya. Mamakku belum ku kabari soal ini, takut aku jadi tambah pikiran mamak," kata Gesti.

Penulis: ndo. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!