HETANEWS.COM

Macan Asia Yang Nampaknya Masih Halu, Belum Siuman

CATATAN REDAKSI

Siantar, Hetanews.com – Setiap hari, setiap saat, secara realtime, setiap kita mendapat akses terhadap perkembangan kasus corona di Indonesia.

Faktanya, Indonesia baru saja memecahkan rekornya sendiri. Tembus 200ribuan lebih kasus infeksi corona virus. Lebih dari 8200 nyawa melayang, 100an jiwa diantaranya berasal dari dokter dan tenaga medis.

Dalam preambule UUD 1945 disebutkan “…melindungi segenap bangsa Indonesia, dan seluruh tumpah darah Indonesia…”

Jadi jangankan seluruh, bahkan satu dua saja nyawa warganya yang terancam, negara tidak boleh absen. Mudah-mudahan negara ini tidak menyepelekan angka realtime yang disuguhkan dari sumber mereka sendiri karena disisi lain, 59 negara luar telah keluarkan red notice untuk  perjalanan dari dan ke - Indonesia.

Wabah pandemi covid-19 yang melanda dunia menyebabkan ekonomi semua negara melambat, termasuk Indonesia. Semua negara memproyeksikan penurunan pertumbuhan ekonominya akibat pandemi Covid-19. Bahkan salah satu dampak bukan hanya pertumbuhan ekonomi namun juga mempengaruhi terganggunya agenda negara yakni Pemilu.

Berdasarkan data IDEA ada 38 negara yang mengalami penundaan dan Indonesia menjadi negara yang ke-38 yang menunda pelaksanaan Pilkada Serentak 2020.

Pada tanggal 14 April 2020, Komisi II DPR RI, Pemerintah RI bersama KPU RI, Bawaslu RI dan DKPP RI telah menyepakati penundaan pilkada serentak untuk dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang. Hal ini terlihat dari ditandatanganinya Perppu Nomor 2 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota Menjadi Undang-Undang pada tanggal 4 Mei 2020 oleh Presiden Joko Widodo.

Dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini Presiden bahkan  telah mengeluarkan dua Perppu yakni Perppu Nomor 1 Tahun 2020 dan sekarang Perppu Nomor 2 Tahun 2020. Perppu Nomor 2 Tahun 2020 yakni terkait atas penundaan Pilkada Serentak 2020 di mana pada pasal 201A ayat 2 telah disebutkan pada bulan Desember 2020, walaupun ada ruang terbuka pada ayat 3 bahwa dapat ditunda kembali jika bencana non-alam (pandemi misalnya-red) belum berakhir.

Beberapa hari terakhir, selain daripada kubu para paslon peserta pemilu yang mulai memanaskan mesin kampanyenya, ada gelombang penolakan yang kian besar dari berbagai elemen jika pemerintah ngotot melaksanakan pilkada serentak 9 desember nanti.

Tidak ada negara yang benar-benar siap menghadapi pandemi kesehatan dan krisis ekonomi yang datang bersamaan seperti saat ini. Tapi justru bagi pemimpin sekaliber Pak Jokowi, yang sudah teruji dalam dunia bisnis menghadapi krisis, kesempatan untuk membangunkan Sang Macan Asia adalah saat-saat seperti ini, supaya kita bisa curi start dan meluncur keluar dari badai cobaan.

Mudah mudahan negara yang bermimpi jadi macan asia ini ‘gak sedang koma atau halu. Ada data, ada fakta, tinggal rembuk untuk cari mufakat bersama jalan terbaik keluar dari krisis ini. Surfing to survive.

Editor: edo.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!