HETANEWS.COM

Doni Pengedar Sabu di Simalungun Diancam 7 Tahun Penjara

Terdakwa Doni saat mengikuti jalannya sidang. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com -  Terdakwa In Donni als Doni (23), warga Huta VII, jalan Subur, Desa Purbasari, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, terbukti mengedarkan 19 paket sabu.

Dia dituntut pidana penjara selama 7 tahun, denda Rp1 Milyar, subsider 6 bulan penjara. Tuntutan jaksa Barry Sugiarto Sihombing SH, dibacakan dalam persidangan, Rabu (9/9/2020), di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun yang digelar secara online.

Sabu sebanyak 1 gram  dibeli dari Rayen (DPO), seharga Rp1 juta, di Simpang Koperasi, pada Kamis, 19 Maret 2020.

Lalu dibagi menjadi 19 paket kecil untuk dijual, diantaranya 3 paket seharga Rp300 ribu telah dijual, kepada seseorang yang datang ke rumahnya.

Terdakwa ditangkap saksi Andi N Siregar, Idris Pane dan Tigor Manurung (Polsek Serbelawan) dari belakang rumah terdakwa, berdasarkan informasi yang diterima.

Petugas juga menyita barang bukti 19 paket sabu, uang hasil penjualan sabu dan ponsel. Doni dinyatakan bersalah, melanggar pasal 114 UU RI No.35/2009 tentang narkotika.

Dalam persidangan, terdakwa didampingi pengacara, Sintong Sihombing SH dari Posbakum PN Simalungun, memohon kepada hakim agar hukumannya diringankan. Dengan alasan menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi lagi.

Untuk pembacaan putusan, ketua majelis hakim, Hendrawan Nainggolan SH, menunda persidangan hingga Selasa mendatang. "Untuk putusan sidang ditunda hingga (17/9) mendatang,"katanya sambil mengetuk palu.

Penulis: ay. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan