Siantar, hetanews.com - Saat dilakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III DPRD Siantar, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Siantar dituding memanipulasi data sehubunan dengan fakta data yang diajukan berbeda dengan yang tertera pada Perubahan P.APBD TA 2020, Selasa (8/9/2020).

Manipulasi data terkuak saat muncul berbagai asumsi yang diutarakan pejabat terkait. Sementara angka yang diajukan melalui lembaran data tidak ada dicantumkan. Seperti tentang target PAD perparkiran sebesar Rp 4,5 miliar dikatakan pada dasarnya sebesar Rp 5,5 miliar.

“Mana kami mengetahui apa yang dipikiran Dishub bahwa target PAD Rp 5,5 miliar. Karena dalam data yang ada pada kami Rp 4,5 miliar. Jadi, harus jelas angka Rp 5,5 miliar itu. Jangan berasumsi,” ujar Frengki Boy, personil Komisi III DPRTD Siantar  

Soal data yang ditemukan berselisih juga diutarakan Noel Lingga. Data optimalisasi dikatakan Rp 3,2 miliar. Tapi, yang tercantum dalam buku induk APBD 2020 sebesar Rp 3,7 miliar. 

“Jadi mana yang menjadi pegangan untuk kita?”,  ujarnya sembari mengatakan bahwa target PAD perparkiran tidak pernah tercapai.

Hal senada di sampaikan Dedi Putra Manihurik yang juga anggota Komisi III DPRD Siantar, dikatakan ada anggaran survey sebesar Rp 200 juta untuk mengetahui potensi PAD perparkiran. Tapi, survey tidak dilakukan. Padahal, itu sangat dibutuhkan untuk mengetahui berapa realistisnya PAD dari perparkiran dimaksud.

 “Target Rp 4,2 miliar pada Perubahan APBD ini. Tapi yang tercapai Rp 3,2 miliar. Kalau dihitung pendapatan bersih untuk PAD hanya Rp 801 juta. Ini sangat kecil sekali. Tak taulah kita bagaimana ini bisa terjadi,” ujar Dedi kesal.