Siantar, hetanews.com – Komisi I DPRD Siantar mengadakan rapat kerja dengan pihak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) setempat, Selasa (8/9/2020).

Pada kesempatan itu, anggota DPRD dari Fraksi NasDem, Tongam Pangaribuan, mempertanyakan langsung, apakah akan ada pelantikan ASN, di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Siantar, sampai membuat anggaran dalam pembahasan KUA dan PPAS P.APBD TA 2020.

Tongam Pangaribuan kembali mempertegas,  apa mungkin akan ada pelantikan, di masa Pilkada?

“Kalian di sini menganggarkan untuk pelantikan ASN, baik itu Sekwan, Sekda, maupun pejabat Eselon II dan Esselon III. Di masa Pilkada, apa memungkinkan untuk melakukan pelantikan,” ujarnya.

Menanggapi pertanyaan dari anggota DPRD itu, Kabid PPK BKD, Prima Novi Andi menjelaskan, memungkinkan akan dilakukan pelantikan kalau ada surat dari Kemendagri.

“Memungkinkan saja akan ada pelantikan, bila nantinya ada surat tertulis dari Kemendagri,” ujarnya.

Kalau untuk pergantian Sekwan, sebelumnya sudah kita ajukan ke KASN dan juga Kemendagri karena di bulan Desember 2020, Sekwan sudah pensiun. Selanjutnya kita tinggal menunggu surat tertulis dari Kemendagri dan juga KASN, ujarnya.

Prima menambahkan, untuk pelantikan Sekretaris Daerah (Sekda) dan juga beberapa pejabat Eselon II dan Eselon III masih menunggu surat dari Kemendagri.

“Kalau untuk Sekda kita masih menunggu dari Kemendagri. Kita juga sudah menyurati KASN untuk meminta rekomendasi Sekda dan KASN juga sudah turun langsung ke Kota Pematangsiantar untuk mengklarifikasi  dan kita akan menunggu petunjuk dari KASN untuk di sektor sekda,”katanya.

Selanjutnya, Tongam Pangaribuan mengatakan, “di BKD lah semua yang bekaitan dengan OPD yang ada di Kota Pematangsiantar. Kalau diperbolehkan menjawab, kira-kira siapa calon yang sesuai dengan rekomendasi KASN, siapa yang akan menjadi Sekwan dan siapa namanya? Selanjutnya untuk Sekda, siapa nantinya, apakah yang baru atau yang lama? Kalau bisa diberitahukan kepada kami, siapa yang akan menjadi Sekwan kita dan juga siapa yang akan menjadi Sekda kita,”ujarnya.

Prima kembali menjelaskan kalau sesuai dengan hasil konsultasi dengan Wali Kota, dan yang diusulkan ke KASN dan dari tindak lanjutnya, nama yang diusulkan itu adalah Eka Hendra.

“Pada 4 Agustus 2020 bahwa nama yang diusulkan itu Eka Hendra. Di dalam surat itu juga disarankan kepada Pemerintah Kota agar melakukan rekomendasi kepada Kemendagri,” ujarnya sembari mengatakan, dari tahun lalu sudah diajukan.

“Terkait Sekda masih menunggu surat tertulis dari KASN. Kalau memang ada surat itu dari KASN mengatakan membuka, maka kita akan melakukan seleksi terbuka se Sumatera Utara. Dan kalau memang KASN mengatakan tidak bisa, maka kita tidak akan melakukannya,” ujarnya lagi.