HETANEWS.COM

Masing-Masing Dapat Rp2 Juta, 11 Orang Warga Gang Demak Berdamai dengan Wali Kota

Tim kuasa penggugat (atas) dan kesepakatan perdamaian di ruang mediasi (bawah). (foto/ay)

Siantar, hetanews.com - Warga Gang Demak, Kelurahan Martoba, Kecamatan Siantar Utara, Kota Siantar, akhirnya sepakat berdamai dengan Ketua Gugus Tugas Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid – 19 yang notabene  Wali Kota Siantar.

Sebanyak 11 orang warga yang terdampak Covid - 19, melalui tim kuasanya, Parluhutan Banjarnahor, Chandra Pakpahan, Dame Jonggi Gultom, Sabar M Simbolon dan Advent Zetro, telah membuat akte perdamaian.

Kedua pihak, baik penggugat dan tergugat, meminta kepada majelis hakim, agar kesepakatan perdamaian tersebut dituangkan dalam akte perdamaian, melalui putusan majelis hakim.

Hal itu disampaikan pihak penggugat dan tergugat, kepada hakim mediator, Rahmat Hasibuan SH dalam agenda persidangan upaya mediasi, Selasa (8/9/2020), di ruang mediasi PN Siantar.

Tampak hadir kuasa tergugat, Heri Oktarizal, selaku Kabag Hukum Pemko dan penggugat Sutiem bersama Abdul Wahid Katino, didampingi tim kuasanya.

Usai melakukan kesepakatan berdamai, Parluhutan Banjarnahor yang dikonfirmasi wartawan, membenarkan, jika kedua pihak sepakat berdamai.

Baca juga: Mediasi Tak Kunjung Tuntas, Warga Gang Demak Disuruh Buat Permohonan ke GTPP Covid-19

Tergugat selaku Wali Kota Siantar, bersedia membantu 11 orang penggugat yang terdampak Covid - 19.

Karena akibat dari stigma Covid, pedagang pecal tidak bisa lagi berdagang karena jualannya tidak laku dan kehabisan modal. Demikian juga dengan 10 orang lainnya.

Berdasarkan hal itu, tergugat selaku Wali Kota, memberikan bantuan dana sebesar Rp.2 juta per orang dan pengadaan rombong becak untuk dapat dipergunakan sebaik - baiknya. Sehingga pedagang bisa berdagang kembali dengan modal yang diberikan tersebut.

"Ke-11 warga yang mengajukan gugatan, Abdul Wahid Katino (pedagang mie balap), Sutiyem (pedagang pecal), Burhanuddin Pakpahan (pedagang tahu keliling), Rian Handoko (karyawan toko),  Sulastri (pedagang Pecal keliling), Saidani (pedagang sarapan),  Kamsuri (pedagang gas), Karsono (pedagang tahu keliling) M Aspari (pedagang kebab), Fahrizal Amru (pedagang pecal keliling) dan Syaiful Amri Hasibuan (pedagang tahu keliling)," kata Parluhutan.

Penulis: ay. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan