Siantar, hetanews.com – Proyek ringroad, pembangunan jembatan II Sigulang-gulang, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar, TA 2018 yang memakan anggaran Rp 13.150.322.000 yang mana pembangunan fisiknya 70 % dan dalam masalah pemeriksaan. Namun anehnya, untuk tahun 2020, jembatan tersebut dianggarkan lagi, sebesar Rp3.000.000.000.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Dinas PUPR Siantar, Renward Simanjuntak, kepada hetanews, Selasa (8/9/2020).

“Kalau dia tidak mengambil yang 30 % lagi itu adalah urusannya, berarti uangnya dikembalikan ke Negara. Jadi apa yang telah dibangun sampai tahap itu selanjutnya, kita akan bangun kembali,” ujarnya.

Saat disinggung terkait konsekwensi terhadap pemborong yang tidak menyelesaikan pekerjaanya dan apakah ada tuntutan dari Pemerintah Kota?

“Saya kurang tau cobalah tanyak kepada yang lama karena saya juga tidak tau kapan mereka itu lari. Kalau memang dia lari di jaman saya, pasti akan saya cari, saya juga tidak enak mencampuri,”jaswabnya.

Renward kembali menegaskan akan mencari siapa pimpronya dan akan mempelajarinya.

“Besok saya akan cari pimpronya, saya akan tanyakan dan saya pelajari seperti apa. Kalau tidak salah saya, itu di tahun 2018. Begitupun, akan saya coba tanyakan besok, apakah sisa uangnya itu sudah diambil,” ujarnya.

Saya akan mempelajari ini dulu dan kalau perlu, langsung kita lakukan penindakan, tegasnya lagi.

“Anggaran yang telah masuk untuk ringroad sudah masuk Rp139 miliar. Kalau untuk sisa sampai selesai proyek itu anggaran yang dibutukan lebih kurang Rp150 miliar, baru selesai semuanya. Kalau untuk kapan selesainya, tergantung anggaran kita yang tidak ada,” ujarnya.