HETANEWS.COM

PTPN III Gunung Para dan Gunung Pamela Konsisten Lakukan Pemeliharaan Sesuai Jadwal

Kabid Umum Diser 1, Staf Kabid, APK PTPN III Gunung Pamela dan APK PTPNIII Gunung Para, saat memberikan pernyataan kepada hetanews.com, di ruang Kabid Umum. (foto /dmk)

Sergai, hetanews.com -  Kinerja Manegemen PTPN III sebagai induk holding, patut diapresiasi dan diacungi jempol. Baik itu dari bidang perawatan, pemeliharan, serta tertib administrasi, sesuai petunjuk teknis (Juknis) yang diterapkan di tubuh PTPN III, dengan system yang terpadu, sehingga jauh dari sarat KKN atau jauh dari penyimpangan.

Seperti halnya yang dilakukan oleh PTPN III Gunung Pamela dan PTPN III Gunung Para yang selalu melaksanakan prosedural didalam bekerja yang mengacu pada slogan PTPN III yaitu jujur tulus ikhlas (JTI) dan komitmen BUMN untuk Indonesia.

Untuk itu sangat disayangkan, ada beberapa media online yang memberitakan atau mempublikasikan hal yang buruk.

Bahkan terkesan menyudutkan PTPN III Gunung Pamela dan PTPN III Gunung Para, tanpa ada konfirmasi terlebih dahulu dengan pihak PTPN III Gunung Pamela dan pihak PTPN III Gunung Para, sebagai pemilik areal dari objek pemberitaan mereka.

Seperti diungkapkan oleh Manager PTPN III Gunung Pamela, Ir Seno Adji, melalui APK, Ibnu Sutomo, kepada hetanews.com Senin (7/9/2020) lalu, di ruang kerjanya.

Ibnu menyatakan, pemberitaan tersebut tidak mendasar dan bahkan terkesan serampangan beritanya.

Karena dalam dokumentasi yang dipublikasikan oleh media tersebut adalah areal HCV (High Conservation Values).

"Areal tersebut merupakan areal rendahan dan merupakan areal HCV. Kalau areal yang HCV harus dihutankan karena merupakan areal RSPO,"ungkapnya.

Hal Senada juga dinyatakan Menager PTPN III Gunung Para, melalui APK PTPN III Gunung Para, Edi Ginting.

Menurutnya, pemberitaan mengenai PTPN III Kebun Gunung Para, di beberapa media online, pada 6 September 2020, dirasa sangat tidak objektif dan cenderung menyudutkan.

"Pemberitaan di beberapa media online mengenai areal Kebun Gunung Para menurut kami sangat tidak objektif, karena kondisi di lapangan, berbeda jauh dengan yang diberitakan," jelas R. Wahyu Cahyadi, melalui Edi Ginting, selaku Asisten Personalia Kebun Gunung Para.

Karena pemeliharaan di Afdeling III dan V Kebun Gunung Para dilaksanakan sesuai jadwal dan standar yang berlaku di PTPN III, sehingga tidak benar, apabila ada pemberitaan yang menyebutkan kondisi tanaman di Kebun Gunung Para seperti hutan belantara. Kegiatan tanaman ulang karet juga dilaksanakan lebih cepat dari jadwal yang ditentukan, tegasnya. Apabila mengacu kepada jadwal, maka kegiatan tanam perdana baru dilaksanakan pada bulan Oktober 2020, namun realisasi di lapangan, kegiatan tanam perdana, di Kebun Gunung Para, telah dilakukan pada tanggal 7 September 2020, jelasnya.

"Kebun Gunung Para konsisten dalam melaksanakan pemeliharaan sehingga tidak benar jika dikatakan kondisi tanaman di Kebun Gunung Para seperti hutan belantara, dan kegiatan tanam ulang juga terlaksana lebih cepat dari jadwal yang ditentukan,"tambah Edi Ginting.

Selanjutnya Edi Ginting menyebutkan, dugaan korupsi anggaran pemeliharaan adalah sama sekali tidak benar, karena kegiatan pemeliharaan dilakukan oleh rekanan dan dananya juga ditransfer langsung kerekening rekanan, sehingga tidak ada peluang Manajemen PTPN III untuk melakukan korupsi.

"Adalah sangat tidak berdasar jika dikatakan anggaran pemeliharaan tanaman dikorupsi oleh Manajemen PTPN III, dana pemeliharaan itu ditransfer langsung ke rekening rekanan yang melakukan pekerjaan pemeliharaan, sehingga tidak ada peluang penyelewengan disitu,"tutup Edi Ginting.

Penulis: sarianto. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan