Siantar, hetanews.com – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Siantar, sosialisasi tentang bimbingan teknis (Bimtek) penyelenggaraan Pilkada Siantar, 9 Desember 2020 mendatang. Para komisioner KPUD menyampaikan, Pilkada kali ini digelar dengan banyak perbedaan dari Pilkada sebelumnya.

Ketua Divisi Sosialisasi KPUD Siantar, Nurbayyah Siregar menyampaikan, 9 Desember 2020 menjadi Pilkada yang berbeda, lantaran digelar dalam masa pandemi Covid-19.

Sesuai instruksi KPU RI, ujar Nurbayyah, satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang biasanya mewadahi 800 orang pencoblos, kini dikurangi menjadi 500 orang saja.

"Kenapa dikurangi? Karena kita harus mengurangi kerumunan dalam suatu tempat," ujar Nurbayyah dalam sosialisasi, kepada sejumlah wartawan, di Hotel Sapadia Siantar, Kamis (3/9/2020) siang tadi.

Nantinya, seluruh petugas atau Kelompok Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) akan melaksanakan rapid test untuk memastikan kondisi mereka saat bertugas dalam keadaan sehat. KPUD juga akan memeriksa suhu tubuh para pemilih saat memasuki TPS, katanya.

"Pemilih dengan suhu lebih dari 37,3 derajat celsius akan kita masukkan ke bilik khusus yang juga kita sediakan di TPS," kata Nurbayah.

Kepada pemilih nantinya, KPUD Siantar menugaskan PPS untuk memberikan sarung tangan sekali pakai saat hendak memasuki bilik suara.

Selain itu, kegiatan mencelupkan jari ke tinta, juga dilaksanakan dengan cara berbeda kali ini. PPS akan meneteskan tinta di tangan pemilih, sebagai penanda telah mengikuti Pilkada serentak tahun 2020.

Nurbayah menyampaikan, KPUD Siantar akan mengingatkan pemilih untuk mengenakan masker saat menuju TPS, dalam surat undangan pemilihan.

“Inilah hal - hal yang akan berubah di TPS. Masyarakat harus tetap datang ke TPS. KPU akan melakukan seluruh proses Pilkada sesuai protokol kesehatan,"harap Nurbayyah.

Sementara itu, Divisi Teknis, Gina Ginting, menjelaskan tahapan pilkada dan Peraturan KPU RI tentang tata pelaksanan Pilkada, kepada calon kepala daerah. Hal ini ia minta agar diwanti-wanti oleh kepala daerah yang mendaftar.

Gina menyampaikan, pendaftaran yang dibuka mulai 4-6 September 2020 harus bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin. Kedisiplinan waktu dan kelengkapan berkas juga turut ia ingatkan.

"Nah, bila ada bakal pasangan calon yang rupa-rupanya didukung oleh partai yang sama. Kita akan menerima pasangan yang duluan datang ke KPU dan membawa dokumen yang lengkap," tegas Gina, seraya menyampaikan, dokumen yang masuk ke KPU dianggap sudah sah dan tak bisa dibatalkan.

Adapun terkait parpol yang bisa jadi terpecah dalam memberi dukungan B1KWK, Gina menjelaskan, pengurus yang diakui oleh SK Kemenkumham yang dianggap sah.

“B1KWK yang sah nantinya adalah B1KWK yang terakhir ditandatangani oleh ketua umum partai dan juga yang pertama kali diberikan kepada KPUD sesuai tanggal pendaftaran,” ujarnya.

Perlu diketahui juga, pasangan Asner Silalahi dan dr Susanti Dewayani, menjadi bakal pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang diduga satu-satunya di Pilkada Siantar. Sebab, pasangan berjuluk PASTI ini, memeroleh 8 dukungan partai politik.

Asner Silalahi dan dr Susanti diprediksi akan melawan kotak kosong, bila tak ada perubahan saat pendaftaran nanti.

Divisi Teknis, Gina Ginting menjelaskan, B1KWK yang sah nantinya adalah B1KWK yang terakhir ditandatangani oleh ketua umum partai dan juga yang pertama kali diberikan kepada KPUD sesuai tanggal pendaftaran.