Simalungun, hetanews.com - Terdakwa Nurhilal als Ilal (36) terbukti melakukan pencurian sepeda motor Honda Revo BK 3462 TAQ milik saksi korban Jaingot Purba als Pak Depen divonis naik menjadi 3,6 tahun penjara oleh hakim Pengadilan Negeri Simalungun, Kamis (3/9).

Majelis hakim pimpinan Roziyanti menyatakan terdakwa telah terbukti bersalah melanggar pasal 363 (1) ke- KUH Pidana tentang pencurian dengan pemberatan.

Ilal sebelumnya dituntut 2,6 tahun oleh jaksa Melnita Nasution SH.

Sedangkan penadahnya Juni Arfan Gultom SH (39) warga yang sama di Kecamatan Bandar divonis 3 tahun penjara, dinyatakan bersalah melanggar pasal 480 KUH Pidana. Arfan juga divonis naik dari tuntutan jaksa 2,6 tahun penjara.

Perbuatan itu dilakukan para terdakwa pada Jumat, 1 Mei 2020 sekira pukul 17.00 Wib di Areal Perladangan Kebun ubi Huta V Nagori Bandar Jawa Kecamatan Bandar Kabupaten Simalungun. Terdakwa Ilal bersama Yadi (DPO) sepakat melakukan curanmor.

Dengan mengendarai sepeda motor, terdakwa dan Yadi melintas di Areal Perladangan Kebun ubi Huta V Nagori Bandar Jawa Kecamatan Bandar Kabupaten Simalungun, lalu mengambil sepeda motor korban yang terparkir.

Sepeda motor hasil curian langsung dibawa ke rumah terdakwa Juni Arfan.

Para terdakwa bersama Acil sepakat menjual hasil curiannya ke Daerah Kampung Mangkei Kecamatan Lima Puluh Kabupaten Batu Bara.

Deny (DPO), saat ini diduga sebagai penadah hasil curian para terdakwa seharga Rp. 1.200.000. Uang hasil penjualan sepeda motor tersebut terdakwa mendapat bagian sebesar Rp. 450.000, Yadi mendapat bagian sebesar Rp. 450.000, Juni Arfan mendapat bagian sebesar Rp. 200.000 dan Acil sebesar Rp. 100.000.

Atas vonis hakim, terdakwa Ilal menyatakan menerimanya, sedangkan terdakwa Juni Arfan menyatakan banding.