Simalungun, hetanews.com - Warga Simalungun memohon kepada PLN UP3 Pematangsiantar agar Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU), di Simalungun dihidupkan kembali.

Hal itu disampaikan warga, setelah 6 hari lamanya, LPJU Simalungun diputus oleh PLN karena nunggak 3 bulan.

H Saragih, warga Perdagangan mengatakan, memang benar, saat ini PLN sedang babak belur, masyarakat 6 bulan tidak bayar listrik.

"Tolonglah bapak Manager PLN dengan segala kerendahan hati agar segera menghidupkan LPJU di Kabupaten Simalungun,"katanya memohon, Selasa (1/9/2020), lalu.

Waluyo saat ditemui di Tanah Jawa, menyampaikan, Bupati Simalungun, JR Saragih, seharusnya datang ke kantor PLN UP3 Pematangsiantar untuk memohon agar segera meminta penangguhan pemadaman listrik.

"Sebenarnya yang berutang itu harus mendatangi orang yang diutangi, mencari solusi. Kalau ada uang Pemkab Simalungun, ya itu dulu yang dibayarkan, sisanya dibayar, kalau sudah rampung P-APBD," ujarnya, Rabu (2/9/2020).

LPJU padam di Tanah Jawa. (IST)

Dia memaklumi PLN melakukan pemutusan. "Masyarakat biasa yang nunggak 3 bulan aja diputus, apalagi ini," katanya.

Sementara itu, warga Sondi Raya, marga Damanik menyampaikan, Kepala daerah jangan menganggap dirinya sebagai penguasa, karena dia itu pelayanan masyarakat.

"Kepala daerah itu bukan penguasa, tapi hamba masyarakat dan pelayanan masyarakat, jadi ingat janji saat Pilkada dahulu,"pungkasnya.

Baca juga: Tunggakan Listrik LPJU Pemkab Simalungun Ke PLN Rp6 Miliar

Sebelumnya, Humas Unit Pelaksanaan Pelanggan (UP3) PLN Pematangsiantar, Rudi Peranginangin, meminta maaf kepada warga Simalungun karena akan melaksanakan pemutusan aliran listrik, pada sejumlah Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU), di daerah Simalungun. Hal itu dilakukan oleh Pihak PLN, sehubungan adanya tunggakan rekening listrik LPJU, Jumat (28/8/2020).

Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun, Mixnon Andreas Simamora mengatakan, tunggakan dalam 1 bulan mencapai Rp2 miliar dan total keseluruhannya Rp6 miliar.