HETANEWS.COM

Edy Rahmayadi Minta Tambahan Laboratorium PCR ke Pusat, Ini Jawab Presiden

Gubernur Edy Rahmayadi dan Forkopimda Sumut.

Medan, hetanews.com - Gubernur Edy Rahmayadi meminta pemerintah pusat agar menambah laboratorium pemeriksa Polymerase Chain Reaction (PCR) Covid-19 di Sumatera Utara. Ini dibutuhkan agar daerah-daerah terjauh dapat memiliki laboratorium Covid-19 dan melakukan tes swab mandiri.

Hal tersebut disampaikannya usai mengikuti rapat terbatas (Ratas) Gubernur, kepala lembaga atau instansi negara dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara virtual, Selasa (1/9/2020). Saat ini di Sumut terdapat 11 laboratorium PCR.

“Karena Sumut ini ada 33 kabupaten/kota yang letaknya berjauhan, untuk itu kami mohon bantuan bidang kesehatan, khususnya lab-lab agar bisa memeriksa spesimen di daerah yang terjauh seperti di Nias, Pakpak atau Tapanuli,” ujar Gubernur.

Dia juga melaporkan kepada Presiden, tren peningkatan kasus Covid-19 terus terjadi. Kendati demikian, setelah pertengahan hingga akhir Agustus, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut bisa mengendalikan.

Angka positivity rate Sumut saat ini 16,1% menurun dari 18,3% pada pertengahan Agustus 2020.

Virus korona (Covid-19) semakin meluas berdampak ke banyak negara, termasuk Indonesia. Sebanyak dua warga negara Indonesia (WNI) positif virus korona, seperti disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, Senin 2 Maret 2020.

Selain itu, yang cukup menggembirakan angka kesembuhan kini mencapai 58,1%. Pada pertengahan Agustus angka kesembuhan di Sumut hanya 43%.

“Itu semua karena kegiatan intervensi kami di bidang kesehatan. Kami akan berusaha terus meningkatkan hal ini,” ujar Edy Rahmayadi.

Mengenai perekonomian, Edy melaporkan pada triwulan kedua, pertumbuhan ekonomi Sumut berada pada angka minus 2,37%. Untuk itu, Pemprov Sumut akan melakukan kegiatan intervensi ekonomi dari refocusing tahap II sebesar Rp500 miliar. Stimulus ekonomi diarahkan lebih banyak pada sektor produktif yakni pertanian dan peternakan.

“Karena sudah ada bantuan dari Presiden kami terima, mulai dari BLT hingga PKH. Terima kasih Presiden sehingga kami bisa memberikan bantuan yang sifatnya produktif,” kata Edy.

Menanggapi permintaan Gubernur, Presiden Jokowi menyampaikan ke Menteri Kesehatan untuk segera berkoordinasi dengan kepala daerah.

“Untuk lab yang masih kurang, saya sudah minta Menkes segera berkoordinasi dengan gubernur,” kata Presiden.

Diketahui, Pemprov Sumut telah melakukan implementasi Inpres Nomor 6 Tahun 2020. Salah satunya melakukan gerakan pembagian 5 juta masker, serta menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 34 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Sumut.

sumber: inews.id

Editor: Sella Simorangkir.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan