HETANEWS.COM

Sidang Perdana Pembunuhan Suami Mantan Wartawati Dikawal Petugas, Terdakwa Suheri Kebanyakan Diam

Terdakwa diborgol petugas Waltah, usai persidangan pembacaan dakwaan jaksa, di PN Siantar. (foto/ay)

Siantar, hetanews.com - Pengadilan Negeri (PN) Pematangsiantar menggelar sidang perdana kasus pembunuhan Vicky Erwanto Damanik, suami Imelda br Purba, mantan wartawati Metro Siantar, Selasa (1/9/2020).

Agenda persidangan, pembacaan surat dakwaan jaksa Christianto Situmorang SH.

Terdakwa Suheri Sihombing (29), warga jalan Pane Kebun Sayur, Kecamatan Siantar Timur, terlihat lebih banyak diam saat disidangkan, dan menjawab pertanyaan hakim, dengan nada suara yang nyaris tak terdengar.

Karena ancaman hukumannya, di atas 15 tahun, penjara, maka hakim menunjuk pengacara prodeo dari Posbakum PN Siantar, Dame Jonggi Gultom SH.

Jaksa Christianto Situmorang SH, menjerat terdakwa dengan Pasal 338 KUH Pidana atau dakwaan alternatif kedua, melanggar Pasal 351 (3) KUH Pidana. Persidangan dipimpin ketua majelis hakim, M Iqbal Purba SH.

Baca juga: Setelah 10 Bulan, Berkas Tersangka Pembunuh Suami Mantan Wartawati Dinyatakan Lengkap

Menurut dakwaan jaksa, terdakwa merasa marah dan menikam korban Erwanto Damanik, setelah korban mengatakan " awas pencarian mu hilang".

Peristiwa itu terjadi, pada Sabtu, 28 September 2019 lalu, pada pukul 01.00 dini hari, di jalan Cokroaminoto Siantar.

Di warung Sophie, korban bersama temannya, Andreas Valentino Samosir, sedang makan mie goreng dan minum teh.

Lalu korban datang dan memesan mie dan duduk berhadapan dengan korban.

Saksi M Yusuf, penjual mie di warung tersebut mengatakan, jika pesanan mie terdakwa sudah siap. Terdakwa langsung berdiri yang sebelumnya hendak mengambil mie pesanannya.

Dan seketika itu, menusuk korban dengan pisau yang telah diselipkan, di pinggangnya.

Korban berusaha melawan dengan melempar kursi, dan temannya Andreas juga membantu dengan menyiramkan air panas kepada terdakwa.

Tapi Suheri semakin bringas dan mengejar Andreas yang lari ketakutan, sambil berteriak-teriak minta tolong.

Tak hanya itu, terdakwa kembali mendatangi korban dan menikamnya hingga berulang kali. Beberapa warga datang dan terdakwa pergi meninggalkan lokasi kejadian. Tapi korban tak dapat ditolong dan meninggal dunia, setibanya di RS Vita Insani.

Untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi, majelis hakim menunda persidangan hingga 7 September 2020 mendatang.

Persidangan siang itu, dikawal petugas pengawal tahanan (Waltah) sebanyak 5 orang, ditambah petugas kepolisian 2 orang.

Usai persidangan, terdakwa langsung dibawa menuju sel tahanan, di Polsek Siantar Marihat.

Penulis: ay. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan