Siantar, hetanews.com - Seorang kontraktor, berinisial JS (62), warga Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur, Kota Siantar, meninggal dunia dan dimakamkan secara protokol kesehatan.

Pemakaman dilakukan di jalan Vihara, Kelurahan Simalungun, Kecamatan Siantar Selatan, Kota Siantar, di pemakaman Mr X, milik Pemerintah Kota (Pemko) Siantar, Selasa (1/9/2020).

Menurut penuturan istri JS, boru Samosir, suaminya sudah bolak-balik ke Penang Malaysia untuk berobat paru-paru dan diabetes.

"Kita biasanya berobat ke Penang, tapi karena lockdown Penang, jadi berobat di sini,"katanya.

Ditambahkannya, karena merasa sesak, suaminya dibawa berobat ke Rumah Sakit Umum Djasamen Saragih.

Dan rencananya akan dilakukan swab, tapi belum dilakukan swab, dilakukan rontgen dan dinyatakan pneumonia, mengarah ke Covid-19, padahal belum dilakukan tes, ungkapnya.

"Kalau tidak percaya, silahkan cek ke rumah sakit," katanya.

Masih kata istri JS, dia mau membawanya pulang, tetapi pihak rumah sakit tidak mau suntik formalin. Kalau suntik formalin, kata mereka, itu merupakan tugas dari GTTP Covid-19.

Boru Samosir menyampaikan, dia sampai bersujud kepada pihak rumah sakit, agar disuntik formalin dan mengatakan akan membayar formalinnya, tetapi pihak rumah sakit tidak mau.

Pemakaman JS disaksikan oleh pihak keluarga. (foto/juindra)

"Sebenarnya kita tidak berharap dimakamkan disini dan mau dibawa ke kampung. Dan kita dikasih 2 opsi pilihan dan waktu sudah mendesak. Karena fikiran sudah kemana-mana, ada rencananya penguburan dilakukan di Kampung Kristen, tetapi karena tidak tahu siapa yang dihubungi, jadi disinilah dibuat," ujar istri JS.

Untuk sementara waktu, dimakamkan disini dulu, sebelum dibawa ke kampung, di Laguboti, katanya lagi.

Masih katanya, pihak rumah sakit membawa suaminya ke ruangan yang tidak punya AC, padahal suaminya sesak nafas, disitulah dia meninggal dan belum masuk isolasi.

Sebelum dirawat di RSU Djasamen Saragih, JS sebelumnya dirawat di RS Vita Insani dan sudah sempat pulang dan tidak ada apa-apa.

Hanya saja setelah pulang dari RS Vita Insani, Sabtu kemarin malamnya, dia demam. Dan karena semalaman demamnya tidak turun, kemarin dibawa ke RSU Djasamen Saragih, ungkapnya lagi.

" Tadinya dia (JS) gak mau ke rumah sakit, karena dikira Covid-19. Saya menyesal juga, bawa dia ke rumah sakit. Benarkan dibilang pneumonia mengarah ke Covid-19," katanya.

Plt Direktur Utama RSU Djasamen Saragih, dr Ronald Saragih menyampaikan, pasien suspek probable Covid-19.

"Menurut dokter yang merawat, probable Covid-19," katanya.

Disampaikannya, peraturan protokoler kesehatan kementerian, kalau pasien probable Covid-19, pelaksanaan seperti itu.

"Semalam kan dokter saya sudah berbicara dengan pihak keluarga, bolehnya tidak dimakamkan disitu, pada peraturan baru itu bolehnya dimakamkan di pemakaman keluarga dan mereka tidak punya dan sudah dicari ke tempat lain tetapi tidak dapat,"katanya.

Disinggung, apakah diperbolehkan pasien suspek probable Covid-19 dimakamkan di luar kota?

Pria yang juga menduduki Kepala Dinas Kesehatan kota Siantar ini menyampaikan, pasien bisa dimakamkan di luar kota, asal yang menerima juga setuju.

Masih kata dr Ronald, bahwa status pasien sudah dilaporkan ke GTTP Covid-19 Siantar dan GTTP mengatakan, pemakaman dilakukan mengikuti protokoler kesehatan.