Simalungun, hetanews.com - Terpidana Marta Magdalena Panggabean (56), penduduk Gang Kana 16, Kelurahan Pisangan Timur, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta, dieksekusi  jaksa, usai melakuka sidang PK (Peninjauan Kembali), di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Rabu (26/8/2020).              

Hal itu dibenarkan Kasi Pidum Kejari Simalungun, Irvan Maulana SH MH, ketika dihubungi wartawan, siang tadi, di kantornya.

"Benar, kami telah mengeksekusi terpidana sesuai putusan Mahkamah Agung. Karena PK tidak menghalangi eksekusi,"sebut Irvan.

Jaksa selaku eksekutor melaksanakan putusan Kasasi dari Mahkamah Agung No 46K/PID/2020, tanggal 3 Maret 2020, menerima permohonan kasasi jaksa penuntut umum pada Kejari Simalungun dan menghukum terdakwa selama 6 bulan penjara. 

Terpidana memeluk salah satu keluarganya didampingi pengacara saat akan dibawa jaksa ke Lapas. (foto/ay)

Hakim di tingkat kasasi juga membatalkan putusan PT Medan No. 743/Pid/2019/PT MDN tanggal 17 September 2019 yang memvonis bebas terdakwa dan membatalkan putusan PN Simalungun yang menghukum  terdakwa 10 bulan penjara.              

Terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana menggunakan surat palsu atau yang dipalsukan melanggar pasal 263 ayat (1) KUHP Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUH Pidana dan menghukum terdakwa tersebut selama 6 bulan penjara.                

Menyikapi putusan Mahkamah Agung tersebut, terdakwa tidak terima, kemudian ia didampingi pengacara, Binsar Siagian dan Pondang Hasibuan, mengajukan PK melalui PN Simalungun.                

Usai mengikuti sidang perdana pengajuan PK, Rabu (26/8/2020), jaksa Augus Vernando Sinaga, dibantu Staf Intelijen Kejari Simalungun, David Siregar dan Amru Zachri, langsung membawa terpidana menuju Lapas Klas IIA Pematangsiantar.