HETANEWS.COM

Bukan Arogan, Ini kata Asner Terkait Kesan Yang Timbul Karena Borong Semua Partai

Asner Silalahi, balon Walikota Siantar (Foto/ando)

Siantar, Hetanews.com - Nama pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pematangsiantar, Asner Silalahi dan Susanti Dewayani belakangan menjadi perbincangan karena berpotensi menjadi calon tunggal di Pilkada Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara.

Dengan slogan PasTi (Pasangan Asner dan Susanti) keduanya melenggang mulus dalam kontestasi politik dengan dukungan delapan partai yang memiliki 30 kursi di DPRD Kota Pematangsiantar.

Namun ibarat pepatah, semakin tinggi pohonnya, semakin besar angin yang menerpanya. Mulusnya langkah Asner dalam merangkul seluruh parpol turut mengundang angin tidak sedap berhembus,

Pasangan PasTi

Kenyataan bahwa Asner memborong banyak kursi dianggap sebagai bentuk arogansi politik, sangat memberatkan langkah pasangan calon Walikota Siantar ini.

Saat dikonfirmasi, Asner menerangkan bahwa keinginan partai politik dalam mengusungnya untuk pencalonan di Pilkada ini semata-mata bukan karena arogansi. Alumni SMP Negeri 3 Siantar ini memastikan penilaian parpol dalam mendukungnya sangat objektif.

Asner menerangkan bentuk komunikasi politik yang baik dan santun adalah kunci dirinya dipercaya oleh banyak parpol.

Asner

Hal itu diperkuat dengan track-record beliau yang bersih selama ini, juga dekat dengan pemerintah pusat dan daerah selama bekerja bersama Kementrian PUPR.

“Ya dari dulu saya sudah dekat dengan teman-teman dari berbagai dinas baik pusat maupun daerah. Kerjaan saya mengharuskan saya berkomunikasi aktif dengan mereka,” Ujar mantan alumni SMANsa ini.

“Beberapa kawan-kawan malah heran, kenapa saya mau ikut Pilkada Siantar? Ya saya jawab, saya besar di kota ini. Apa salahnya kalau saya tuangkan pengalaman saya selama ini untuk membangun kota kita ini,” tambahnya.

Asner Silalahi

Tamatan teknik sipil Universitas Dharma Agung ini juga berharap, masyarakat siantar mau menitipkan kepercayaan pembangunan kota siantar kepada pasangan PasTi.

“Sampai ke papua sana saya bisa bangun kampung orang, masa kampung sendiri gak mampu saya bangun. Harus jadi siantar ini, harus maju. Cap maen kalau kata siantarmen,” tutupnya.

Penulis: ado. Editor: edo.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan