HETANEWS.COM

Okupansi Hotel di Kawasan Wisata Danau Toba Mendekati 80%

Kampung warna-warni Tiharihit di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara, menjadi destinasi wisata baru untuk wisatawan mancanegara dan nusantara. Foto: Humas Kemparekraf

Medan, hetanews.com - Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut, Deni S Wardhana, mengatakan, okupansi hunian hotel di kawasan wisata Danau Toba yang mencakup wilayah Simalungun, Toba, Samosir dan Berastagi, Tanah Karo, sudah mendekati normal pada masa adaptasi kebiasaan baru (AKB).

"Tingkat hunian hotel di daerah yang memiliki wilayah pariwisata Danau Toba mendekati 80 persen. Jika weekend apalagi saat menyambut hari besar keagamaan, seperti memperingati Tahun Baru Islam, sulit untuk mendapatkan kamar untuk menginap," ujar Deni S Wardhana, di Medan, Minggu (23/8/2020).

Deni menyebutkan, jumlah hotel yang ada di Sumut berkisar 500 hotel. Seluruh hotel ini sudah beroperasi saat AKB. Berdasarkan jumlah 500 hotel itu, sebanyak 200 hotel di antaranya ada di Medan. Namun, okupansi hotel di ibu kota Sumut itu tidak sebanyak di daerah pariwisata unggulan.

"Berbeda dengan di daerah pariwisata, tingkat hunian hotel di Medan masih sekitar 20 persen. Ini disokong oleh gelaran Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE). Gelaran MICE di Medan masih tergolong yang kecil dengan peserta 50 orang hingga 100 orang," katanya.

Menurut Deni, okupansi hotel di daerah pariwisata, penuh karena masyarakat yang mencari ketenangan dari keindahan alam di daerah pariwisata. Meski hunian hotel hampir mendekati kenormalan, seluruh hotel yang sudah beroperasi diwajibkan menerapkan protokol kesehatan guna mengantisipasi klaster baru di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

"Pihak hotel rutin melakukan penyemprotan cairan disinfektan di kawasan hotel, menyediakan sarana mencuci tangan menggunakan cairan sabun. Pegawai maupun hotel diwajibkan menggunakan masker, menjaga jarak dan diminta tidak melakukan kerumunan," ungkapnya.

Meski demikian, Deni mengakui bahwa masih banyak pengunjung yang memiliki kesadaran rendah saat masuk ke dalam hotel. Untuk menyikapi masalah ini, petugas hotel mengikuti standar operasional prosedur (SOP) melakukan pemeriksaan suhu tubuh dan membagikan masker.

"Harapan terbesar kami untuk okupansi hotel dari MICE. Gelaran acara secara otomatis mendongkrak keterisian kamar hotel. Kolaborasi antara pemerintah dan pengusaha dibutuhkan agar MICE itu bisa berjalan kembali. Ekonomi akan semakin terasa jika hunian hotel bisa meningkat," sebutnya.

Sumber: beritasatu.com

Editor: tom.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!