HETANEWS.COM

Dokter di Medan Ungkap Rasanya Terpapar Covid-19: Aku Maklum Ada Pasien Bunuh Diri

dr Arief Fadhillah saat menjalani isolasi di RSUP Adam Malik. Foto: Istimewa

Hetanews.com - Setelah terpapar Covid-19 baru bisa memaklumi kenapa pasien yang dinyatakan positif dan menjalani perawatan isolasi di rumah sakit kenapa bisa melakukan aksi nekat melakukan aksi bunuh diri. Perasaan kalut dan suntuk berada di ruangan isolasi 3x3 membuat siapa saja bisa stres.

Namun kekuatan dari keluarga dan semangat ingin sembuh membuat Dokter Arif Fadhillah tetap percaya kalau dia bisa sembuh dari Covid-19. Seperti yang diketahui satu lagi petugas medis yang tengah berjuang di garda terdepan Covid-19 dokter Arief Fadhillah dinyatakan terinveksi corona.

Selama ini dokter Arief bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit Malahayati, kini dia pun tengah berjuang untuk sembuh di ruang isolasi RSUP Adam Malik. dr Arief menyatakan kini kondisinya jauh lebih baik dan berangsur-angsur pulih setelah mendapatkan perawatan selama 7 hari.

"Terimakasih. Sekarang sudah lebih membaik," ujar Arief, Rabu (19/8/2020).

Beliau pun menceritakan bagaimana dia sudah melindungi diri namun tetap saja terinveksi corona. Walapun dia seorang dokter yang berusaha melindungi diri menggunakan alat pelindung diri (APD) namun dia tidak bisa menyingkirkan virus yang cukup mematikan itu.

"Sepandai-pandainnya tupai melompat, akhirnya harus jatuh ke tanah juga. Selihai-lihainya aku melindungi diri, akhirnya kena corona juga," tulis dokter Arief dalam akun media sosialnya baru-baru ini.

Dia pun menceritakan awal mula kenapa bisa terinveksi Covid-19. Padahal sebelumnya dia selalu check-up rutin dinyatakan negatif Covid, dia pun mengungkapkan syukur.

Perawatan yang dijalani dr Arief Fadhillah

"Bermula kisah, setelah membuat status FB tgl. 27 Juli 2020 yg mengungkapkan syukur karena masih negatif covid walau kerja di UGD dgn APD seadanya, maka besok harinya aku Demam, batuk-batuk kecil dan nyeri otot. Nafas terasa sedikit sesak. Indra Penciuman dan pengecapan menghilang," katanya.

Pada 1 Agustus Arief memeriksakan dirinya dengan rapid Ab test, dan hasilnya non-reaktif. Namun pada 4 Agustus dia benar-benar tumbang dan menyerah dari aktifitas apapun dan memutuskan untuk di Rapid Ag Test dan hasilnya masih non reaktif.

Namun hasil foto thoraks menunjukkan gambaran Pneumonia bilateral. Oleh dokter spesialis paru, Arief diberi obat Azytromisin 500, Isoprinosin 500, Zynk 20, Acetylcystein 600, dan beberapa obat lainnya sambil menunggu untuk test PCR.

Ruang Isolasi di RSUP Adam Malik

Pada 5 Agustus, demam tiba-tiba menghilang, sesak nafas hilang, batuk tinggal sedikit-sedikit, nyeri otot jauh berkurang, indera pengecap mulai berfungsi walau penciuman belum lagi.

"Aku menjalani test PCR tgl. 6 dan tgl. 7 Agustus, disaat semua gejala nyaris menghilang. Hasilnya keluar di tgl. 10 dan dinyatakan POSITIF COVID19," kata Arief.

Arief sekarang menjalani perawatan di ruang isolasi yang digambarkannya baru nan mewah di RSUP Adam Malik sejak 13 Agustus sore. Dan sekarang sudah masuk hari ke-5 dengan kondisi sehat tanpa satupun gejala sambil menunggu hasil PCR negatif yang sampai hari ini belum keluar juga.

Katanya walaupun ruang isolasinya mewah dan baru, pikirannya benar-benar suntuk karena tidak boleh keluar dari ruang 3x3 meter.

"Sepertinya sekarang aku maklum kenapa ada pasien yang bunuh diri di ruang isolasi," ucapnya.

Dia menjelaskaan kamarnya terletak dekat ruang transit jenazah dan dikelilingi kaca tembus pandang. Setiap ada pasien Covid yang meninggal, dia bisa melihatnya dan bisa ikut mensholatkannya.

"Kamar-kamar isolasi di sekitarku, sebagiannya diisi oleh beberapa dokter. Ada dokter umum, Spesialis THT, Spesialis anak dan alhamdulillah mereka masih kuat bertahan," sebutnya.

Sementara itu katanya perawat-perawat di ruang Isolasi, baginya, adalah pahlawan yg sesungguhnya. Mereka terjun langsung ke kamar pasien infeksius untuk memberi pelayanan dengan dibalut oleh APD yang menyesakkan.

"Semoga Tuhan membalas kebajikan mereka dengan kesehatan dan keberkahan hidup," katanya.

Sumber: indozone.id

Editor: tom.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!